Pelaksanaan Proyek Bantuan Dana Hibah Jalan Lapen Terkesan Asal-asalan

0
Proyek pembuatan jalan baru/lapen di dusun Tirto Asri desa Andongsari Ambulu.(Foto/Ltf)

Jember, radar-x.net – Pelaksanaan proyek bantuan dana hibah provinsi jatim yang sudah berjalan satu bulan lebih satu hari tersebut progresnya masih mencapai 50%-an saja.

Seperti yang disampaikan oleh Sigit ketua pokmas dana hibah tersebut pada awak media mengatakan bahwa, pelaksanaan proyek ini pertama mulai dikerjakan itu pada 28 Desember 2020 tahun kemarin. Namun hingga saat ini fisik proyek ini masih pada kisaran 50%-an.

Saat awak media pertanyakan berapa volume kegiatan dan berapa nilai anggaran proyeknya, dikarnakan tidak ada papan nama proyeknya yang dipasang di lokasi kegiatan, Sigit menjelaskan panjang 600m. Lebar 3m dengan anggaran biaya Rp 300.000.00.

“Ketua pokmasnya saya, dan pelaksana proyek “Koko” anaknya Nyoto pemborong asal desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Jember,” kata Sigit di ruang samping rumahnya. Jum’at, 29 Januari 2021 sekitar pukul 10:30 WIB.

Mendengar penjelasan pokmasnya seperti itu, awak media sejenak berfikir dan menyimpulkan bahwa, fisik program bantuan dana hibah provinsi jatim usulan partai golkar dikerjakan oleh “Koko” anaknya Nyoto pemborong asal desa Tembokrejo Gumukmas.

Baca Juga:  Pertandingan Ditunda Karena Rusuh PSAP Sigli Versus Aceh United

Perihal terkait pelaksanaan program dana hibah dikerjakan oleh pemborong disorot oleh “Gareng” anggota Lsm FKPMN mempertanyakan kalau fisik proyek bantuan dana hibah ini dikerjakan oleh “Koko” anaknya Nyoto pemborong.

“Ketua pokmas kerjanya apa? Kalau toh memang harus dikontraktualkan misalnya, disini ini looh tak jauh dari proyek ini ya sekitaran 10-150m dari sini ada pemborong ya..! mohon maaf, kualitas hasil pekerjaannya gak jelek seperti ini dan diyakini hasilnya akan lebih baik dari hasil pekerjaannya Koko ini,” kata Sigit seolah menggurui awak media.

Sigit menjelaskan, jika dipikir-pikir bukanlah komentar asal nyrocos, tetapi ucapan Gareng itu dapat dibuktikan melalui tampilan pada gambar proyek jalan dusun Tirto Asri yang terlihat menggunakan matrial batu 2/3nya berwarna kuning dan terkesan menggunakan matreal batu keropos. Batu tepinya tidak ditanam, dan menggunakan batu tepi yang berukuran kecil-kecil, sehingga pelaksanaan proyek jalan tersebut terkesan sengaja dikerjakan asal-asalan oleh Koko pemborong tersebut.

“Yang menjadi pertanyaan kami sebagai fungsi kontrol sosial apakah fisik jalan yang dihasilkan dari proyek bantuan dana hibah provinsi Jatim ini bisa menjamin masyarakat, karna masyarakat pengguna jalan tidak dikecewakan nantinya, dengan melihat kualitas yang dihasilkan seperti ini. Jangan-jangan tak seberapa lama selesai jalan dibangun sudah mengalami kerusakan.!” Tutur Gareng pada media. (her/ltp)

Baca Juga:  LSM KPK DPD.DKI-Jakarta, Kecam Keras Pemberitaan Yang Tidak Benar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.