Komunitas Yang Tergabung SAJ Kunjungi Korban Banjir di Jember

0

JEMBER, radar-x.net – Banjir yang terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin meluas, dari sebelumnya hanya dua kecamatan kini merendam Lima kecamatan yang mencakup 12 desa.

Mendengar peristiwa tersebut, beberapa Komunitas yang tergabung Dalam (SAJ) diwakili oleh Dua Komunitas LSK dan GPS menghadiri korban Bencana banjir di Kabupaten Jember, Kamis (14-01-2021).

Saat tiba di lokasi sedih bercampur pilu melihat para korban banjir yang berada di kecamatan Tempurejo dan beberapa Posko setempat hal ini juga mengundang banyak simpatisan yang datang.

Ribuan warga terdampak banjir sangatlah membutuhkan bantuan, terutama Air Minum. Namun disisi lain pemerintah setempat seraya tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak adanya anggaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah korban banjir mencapai -+ 3.986 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di 12 desa dalam 5 kecamatan. Rinciannya, 1 desa di Kecamatan Bangsalsari, 2 desa di Kecamatan Tanggul, 3 desa di Kecamatan Gumukmas, 3 desa di kecamatan Puger, dan 3 desa di Kecamatan Tempurejo.

“Kali ini adalah banjir terbesar yang melanda Kabupaten Jember selama beberapa tahun terakhir,” kata salah satu Anggota SAJ, dari Komunitas GPS dan LSK.

Baca Juga:  Ini Dia Kata Anak Yatim Setelah Bertemu Kapolres Jember

Ia menjelaskan, ketinggian air banjir bervariasi, antara 30 cm hingga 1 meter lebih dan penanganan darurat bencana dilakukan dengan mengutamakan ibu-ibu lanjut usia, perempuan, dan anak-anak. Bagi warga terdampak di evakuasi ke posko penyelamatan, seperti balai desa dan gedung sekolah terdekat yang aman dari banjir.

Disamping itu, ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto yang turut terlibat dalam penanganan banjir mengatakan, bahwa kondisi korban terdampak sangat memprihatinkan. Sebab, tidak ada bantuan yang memadai dari Pemkab Jember.

Komunitas yang tergabung dalam SAJ saat memberikan sumbangsihnya kepada korban banjir. (Foto/Ryo)

“Warga yang mengungsi butuh dibantu pasokan makanan, selimut, dan obat-obatan. Terutama Air Bersih/Minum. Tapi, yang dikirim tidak cukup, dan tidak memadai khususnya Tempurejo ada ratusan pengungsi, namun selimut yang dikirim cuma 12 biji. Itupun datangnya sudah tengah malam,” kata David.

Menurutnya, hal ini diakibatkan Pemkab Jember tidak punya anggaran. Stok logistik di gudang BPBD sudah sangat menipis. Bahkan David memastikan seluruh petugas baik ASN maupun honorer Pemkab Jember yang masih berjibaku memberi pertolongan terhadap warga, hingga kini bekerja tanpa gaji dan anggaran operasional sepeserpun.

Baca Juga:  Pak Abdur Dapat Paket Sembako Dari Relawan Kironggo Peduli

“Beruntung di Jember ini masih banyak elemen masyarakat yang peduli. Termasuk SAJ dan Relawan-relawan bergerak dengan sendirinya. Kalau tidak, entah bagaimana nasib para warga terdampak banjir?” tandas David.

Dari pantauan di lokasi, warga terdampak banjir ditolong oleh petugas BPBD, TNI/Polri serta relawan dari berbagai kelompok/ Komunitas melalui evakuasi dan pemberian bantuan logistik. Sementara, tambahan bantuan diperkirakan akan datang dari BPBD Provinsi Jawa Timur, sedang dalam perjalanan untuk memberikan bantuan. (Ryo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.