Project Guest House Tidak Sesuai IMB, Pemilik Malah Ajak Duel Sekjend KPK-N

0

JAKARTA, radar-x.net – Pengusaha merangkap kontraktor sekaligus owner (Project Guest House) bangunan bermasalah melakukan tindakan provokator, radikal, extremes arogansi fatal dengan pengancaman kepada para awak media dan lembaga, di Jl. Cempaka Putih Tengah no 53 RT.001/RW.008 kelurahan Cempaka Putih Timur, kecamatan Cempaka putih, Jakarta pusat. 

Dengan barang bukti senjata tajam sebilah golok ditangan, yang kami faham dan khatam betul siapa dalang, aktor intelektual dibelakangnya yang menunggangi dan menggembosi aksi brutal tidak beretika tersebut, agar para pencari data dan berita merasa effek jera. 

“Padahal dari kami jadi ada membantu pemasukan negara untuk menggiring masyarakat melakukan izin dengan memberikan edukasi tentang wajibnya tata tertib izin dan menawarkan bantuan mengurusnya, kadang kami yang menanyakan di lapangan, memberikan pencerahan lalu pemilik langsung ke kecamatan kan.. Kurang berjasa bagaimana?” ungkap NR, Bendum KPK Nusantara sengit melihat ada kebencian dimata pemilik yang jelas mengintimidasi professi sosial kontrol. 

Para pencari data kerap kali mendapatkan perlakuan tidak baik, padahal mereka dari bukti chat dan komunikasi via tlp sangat baik dan mengatakan tupoksi dan juga otoritasnya sebagai lembaga dan media. 

Baca Juga:  "JFC Kids" Dari Jember Untuk Indonesia Dan Dunia

“Pada Kamis 3 Desember 2020, ditengah pandemi yang tidak berakhir, kami para pencari data seperti biasa menjalankan tupoksinya bekerja nyata secara tertib dengan menjunjung protokol kesehatan yang tengah diberlakukan,” kata NR.

Mendapati bangunan bermasalah dengan jumlah lantai dan berupa kos-kosan tanpa memakai masker semua, beserta pemilik yang malah menyuruh buka masker pada sekjend KPK-N (YH).

Karna sudah tidak jadi rahasia umum sebagai pencatat data-data cipta karya dan tata ruang juga banyak bermain didalamnya. Bahkan juga banyak yang lebih baik berkoordinasi dengan atau dibawah tangan dengan para instansi terkait, kecamatan, juga sudin walikota. 

“Kerap kali juga ada pembekingan dari pengamanan wilayah setempat dan pihak-pihak lainnya yang terkait area cipta karya dan tata ruang karna yang kita sikapi ini jelas ada pelanggaran permasalahan. Contohnya sudah SEGEL jadi aman tanpa bongkaran dari wilayah tersebut juga yang dimohon tertera 3 lantai jadi 4 lantai, masih banyak masalah lainnya yang kondusif secara mendadak, dan bahkan banyak data NON IZIN dengan data-data yang masih tercatat di buku kami,” ungkap YH.

Baca Juga:  Konsumen Bank Mandiri Tanjung Bumi Bangkalan Merasa Kecewa

“Kita jelas bekerja nyata, jadi gak kaleng-kaleng tupoksi kami, dan kalau si AND ini berniat menolak konfirmasi ya sampaikan saja baik-baik apa susahnya. Kami lanjutkan sesuai otoritas kami.” Ucap ketua DPD DKI Lembaga Nusantara, N. Fauziah Maharany SH, dengan geram karna melihat arogansi pemilik saat dilokasi yang kemudian dihadiri oleh satpol pp dan babinsa koramil cempaka putih yang hadir memediasikan. 

Fauziah menambahkan, demikian banyak data yang kami catat didlm buku sebanyak 2 bundel. Untuk area wilayah substansi kami yang dilegalkan dan dilindungi Undang-undang negara di daerah DKI Jakarta dengan legalitas yang jelas.

Ketika didatangi kemarin ke lokasi untuk konfirmasi menanyakan pelanggaran jumlah lantai yang ada di izin 3 lantai dengan status untuk guest house, sedang de facto secara objective real adalah 4 lantai. Dimana telah melanggar ketentuan IMB yang berlaku dan tidak sesuai dengan KRK (Ketetapan Rencana Kota). 

Pemilik yang berinisial (AND) dari bangunan megah ini menantang pelaksana perda pergub. Semua para investigasi dari berbagai lembaga, Aliansi Indonesia dengan Badan penelitian aset negara, juga Lembaga besar KPK Nusantara DPD DKI,  dan GAAS (Gerakan Advokat dan Aktifis), media gramediapost.com juga radar-x.net DKI.

Baca Juga:  "Miris", Lahan Nenek Seluas 7.700 m² Diklaim Milik Oknum Pengusaha

Hal yang kedua adalah perampasan KTA KPK Nusantara oleh si pemilik berinisial AND ini. Awalnya minta ditunjukkan,  dengan santun pak YH sekjend KPK Nusantara ini memperlihatkannya. Saksi kami berlima tim investigasi juga para PPSU dan satpol pp juga babinsa yang melihat kejadian. Langsung spontanitas meminta warga untuk bantu melerai dan melihat. 

“Dengan ngamuk dan murka langsung dirampas, dan mengajak berkelahi dengan memegang sebilah golok,” kata wakil DPD DKI KPK Nusantara (WAR) sengit karna ia juga diajak berkelahi. 

“Kami sudah sounding kepada KETUA UMUM KPK Nusantara, Bpk Subhan Adi Handoko SH. MH., untuk langsung memerintahkan kami buat somasi dengan advokatnya yang sudah berkomunikasi. juga mengarahkan menyurati instansi dan PTSP terkait, sampai gubernur DKI, juga mengarahkan lembaga lain dan media lainnya yang bersinergi untuk segera melaporkan kepada pimpinan. Juga menaikkan beritanya. Keadilan mesti ditegakkan. Salam anti korupsi!!.” Pungkasnya. (YH) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.