PD Pontren Kemenag Bondowoso Tegaskan BOP Tak Boleh Ada Potongan

0

BONDOWOSO, radar-x.net – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Bondowoso menegaskan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) program dari Kementerian Agama (Kemenag) tidak boleh ada potongan.

Pasalnya, sebentar lagi Kemenag kembali akan menyalurkan program Biaya Operasional Pendidikan (BOP) tahap III untuk pesantren dan pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19 dengan via transfer ke rekening masing-masing penerima.

Kasi PD Pontren, Suharyono menjelaskan, pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang namanya ditetapkan sebagai penerima bantuan bisa segera mengurus pencairan dengan datang ke bank penyalur, yakni BNI.

“Jangan lupa turut membawa Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Bantuan dan Surat Pemberitahuan Bantuan yang bisa diakses siapa saja di website https://ditpdpontren.kemenag.go.id,” katanya pada media di kantornya, Kamis (10/12/2020).

Suharyono menerangkan, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk dapat menerima BOP tersebut. Diantaranya, izin operasional lembaga yang masih berlaku, NPWP Lembaga, KTP asli dan Foto Copy KTP Kepala dan Bendahara, SK Kemenkumham Yayasan, SK pengurus lembaga.

Baca Juga:  Gampong Pucok Krueng Siap Melaksanakan Protokol Pencegahan Covid-19

Bagi lembaga yang izin Operasional sudah masa berlakunya berakhir, kata dia, maka solusinya harus segera mengajukan kembali perpanjangan ke PD Pontren dengan bentuk proposal, agar bisa dicairkan BOP-nya. 

“Bantuan disalurkan ke rekening masing-masing lembaga penerima bantuan. Tidak boleh ada potongan dalam bentuk dan atas alasan apapun,” tegasnya.

Suharyono membeberkan,  bantuan operasional tahap III untuk wilayah Bondowoso ada 4 Pesantren, dengan nilai Rp40.000.000 dan 50.000.000 juta / Lembaga dan 114 TPQ dengan nilai Rp10. 000.000 juta.

Menurut Suharyono, untuk penggunaan bantuan tidak diperbolehkan untuk rehab gedung, akan tetapi dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam.

“Program itu dapat dipergunakan seperti membayar listrik, air, keamanan, tempat cuci tangan, masker, sabun, hand sanitizer, penyemprotan desinfektan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya menerangkan, jika bantuan itu juga bisa digunakan untuk membayar honor pendidik dan tenaga kependidikan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian covid-19.

“Program itu tidak boleh untuk rehab dan bangun sarana fisik. Program itu hanya boleh untuk honor pendidikan,” pungkasnya. (Abas)

Baca Juga:  Ops Simpatik 2017, Kasat Binmas Sosialisasikan Tertib Lalu-Lintas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.