Benang Kusut Akan Terurai, Setelah kejari Panggil KPM Kedua Kalinya

0

Sampang, radar-x.net – Satu persatu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Dusun Ruberuh, desa Gunung Maddah Kecamatan/Kabupaten Sampang Madura – Jawa Timur, dipanggil kedua kalinya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Kamis, 17/12/2020.

Pemanggilan Kejari Sampang terhadap Warga tersebut, untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan dan pemotongan Bantuan sosial berupa PKH yang diduga ada pemotongan oleh oknum Perangkat desa berinisial (H).

Dari penelusuran media radar-x, beberapa waktu yang lalu pihak Kejari Sampang telah melakukan pemanggilan terhadap 5 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Bantuan sosial (PKH) dengan dokumen yang sama, yaitu untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan dan pemotongan bantuan sosial tersebut.

Pemanggilan kali ini merupakan yang kedua kalinya pada 5 orang dari banyaknya KPM yang dirugikan, dipanggil berdasarkan surat yang dilayangkan serta surat pernyataan dari sejumlah KPM yang sepenuhnya minta pendampingan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Kesatuan Pengawas Korupsi Republik Indonesia (LSM-KPK-RI) Kabupaten Sampang beberapa waktu lalu.

Benang kusut mulai terurai, dari 10 orang KPM yang sudah dipanggil oleh Kejari, sebagian para KPM membeberkan bahwa, selain adanya pemotongan yang diduga telah dilakukan oleh (H), mereka mengatakan dengan tegas hal itu juga diketahui para pendamping PKH, karena mengingat pada saat pencairan yang dilakukan di rumah (H) serta disaksikan oleh Pendamping dan agen Brilink.

Baca Juga:  BKPP Bukan Pemegang Hak Mutasi Para Pejabat

“Iya betul, Saya dipanggil oleh Kejaksaan untuk dimintai keterangan tentang dugaan pemotongan bantuan sosial PKH di Dusun Ruberuh desa Gunung Maddah oleh Holil,” ucap Suramih pada media, Kamis, 17/12/2020.

Suramih mengungkapkan bahwa, ia terdaftar sebagai penerima bantuan sosial PKH sejak tahun 2017, namun ia merima dana bansos tersebut sejak kala itu tidak utuh, bahkan ada yang tidak menerima sama sekali, diduga bantuan tersebut langsung Zonk sebelum sampai pada tangan KPM.

“Kami tidak tau kalau ada pencairan sebelumnya, karena biasanya ketika ada pencairan PKH diinformasikan, tetapi ATM dipegang orang yang bernama inisial (H) dengan dalih khawatir hilang. Karena kalau sampai hilang dirinya tidak mau bertanggung jawab,” jelas Suramih.

Suramih mendapatkan, pada tahun 2018 sekitar bulan Februari sampai akhir tahun, dana bansos PKH miliknya tidak utuh. Sementara pada tahun 2019 sekitar bulan Januari ia tidak menerima sama sekali. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.