Aktivitas Ilegal Logging Makin Menjadi di Wilayah Pertambangan IUP PT Citra Lampia Mandiri

0

Luwu Timur, radar-x.net – Aktvitas ilegal logging diduga makin menjadi-jadi, dimana aksi tersebut berlangsung di sekitaran wilayah pertambangan IUP PT Citra Lampia Mandiri (PT.CLM) desa Harapan dan desa Pongkeru Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Seperti yang diungkapkan warga desa Harapan Kecamatan Malili, dia mengatakan bahwa kegiatan itu sudah berjalan cukup lama bahkan mereka melakukan aktivitas menggunakan alat exavator untuk pembuatan akses ilegal logging.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian khususnya polres luwu timur dan Polhut serta gakkum agar segera bertindak tegas terhadap aktivitas ilegal logging itu. Ini sangat berbahaya jika di biarkan kita melihat bencana alam masamba itu adalah pelajaran buat kita semua khususnya warga yang ada disekutarnya,” ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya.

Lanjut dia, cukong kayu yang melakukan aktivitas itu sudah sempat tertangkap mobilnya yang digunakan mengangkut kayu namun nampaknya kembali melakukan aktivitas ilegal logging di area perusahaan PT.CLM tepatnya KM 18.20 dan KM 25.

Menurut warga tersebut. Hal itu berjalan mulus bahkan dia mengatakan jenis kayu-kayu yang di angkut hasil ilegal logging itu yakni kayu bintangor, Baranti, Mata kucing kumia dan jenis kayu lainya di angkut melalui jalur houling PT CLM.

Baca Juga:  Usai Apel Gelar Pasukan Forkopimda Secara Simbolis Musnahkan Ribuan Liter Miras

“Kayunya di muat lewat jalan PT CLM kalau subuh mereka sudah jalan terkadang juga sekitran jam 10 malam mereka beraksi mereka kondisikan situasi. Kami berharap pihak kepolisian polres lutim dan Polhut segera bertindak tegas dengan kegiatan aktivitas yang terjadi di wilayah PT.CLM,” tambah warga.

Lebih lanjut dirinya mengatakan diduga bos kayu itu merupakan warga desa Pongkeru bahkan kata dia, mereka memiliki anggota bekerja ckup banyak di wilayah salulauwa yang juga adalah lokasi pertambangan PT CLM.

“Pasal 16 Undang Undang No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan disebutkan bahwa “Setiap orang yang melakukan pengangkutan kayu hasil hutan wajib memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”, tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan undang-undang jika larangan ini dilanggar maka dapat dikenai sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000 dan paling banyak Rp2.500.000.000.

Baca Juga:  Patut di Curigai Maraknya Penjual Miras di Kabupaten Gowa Diduga Tak Memiliki Izin

“Apabila yang melakukan kejahatan korporasi dapat dikenai sanksi pidana paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp5.000.000.000, dan paling banyak Rp15.000.000.000 (Pasal 88 ayat 1 dan 2); sanksi pidana tersebut dapat juga dikenakan terhadap barang siapa yang memalsukan atau menggunakan SKSHH palsu,” jelasnya. (Fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.