Mahasiswa KKN Kelompok 098 Universitas Malikussaleh Lakukan Pembuatan Media Tanam Hidroponik dari Batang Bambu

0
54

Bireun, radar-x.net – Mahasiswa Universitas Malikussaleh sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Covid-19 (KKN COVID-19) dengan melakukan kegiatan Pembuatan Media Tanam Hidroponik dari Batang Bambu di desa Lamkuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Mereka berasal dari gabungan Fakultas Teknik dan Fisip yang diketuai oleh Maimun (Teknik Kimia) dengan anggotanya Yaitu Zulkifli (Teknik Kimia), Khatami (Ilmu Komuniksi), M Rizki (Teknik Sipil), Ridha Fatwa (Teknik Sipil), Rosania Rizki Anwar (Teknik Sipil), dan Mayuni Fizli (Teknik Sipil) yang dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Ir Halim Akbar M,SI.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat dimasa pandemi Covid-19, dimana banyak terjadinya permasalahan di berbagai daerah salah satunya di daerah tempat kami melakukan kegiatan KKN terutama dalam bidang ekonomi. Dimana permasalahannya yaitu terhambatnya aktivitas warga dalam mencari nafkah dimasa pandemi Covid-19. Sehingga untuk membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, Mahasiswa Unimal Kelompok 098 KKN Skema Covid-19 berinisiatif membuat metode penanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

Mahasiswa Universitas Malikussaleh Kerja Nyata Covid-19 saat melakukan Pembuatan Media Tanam Hidroponik

Hidroponik merupakan suatu teknik membudidayakan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Dengan metode hidroponik keterbatasan lahan tidak menjadi halangan untuk warga yg ingin memiliki kebun sendiri.

Selain bisa menghasilkan sayur yang sehat dan bergizi, metode ini juga mampu mengoptimalkan lahan warga yang sempit dan bisa memanfaat kan perkarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, sawi, dan selada.

“Kami (mahasiswa KKN Covid-19 kelompok 098) berinisiatif untuk membuat suatu metode penanaman dengan menggunakan sistem hidroponik dengan memanfaat kan batang bambu sebagai pengganti pipa karena mudah untuk didapatkan dan lebih menghemat biaya. Dikarenakan bambu yang bagus mempunyai kualitas yang bersifat kedap air, sehingga bisa dijadikan penampung cairan nutrisi hidroponik. Jika tidak tersedia bambu yang masih baru, masih bisa digunakan bambu-bambu bekas.”ujar Maimun selaku ketua kelompok 098.

Munawir, selaku Geuchik desa Lamkuta memberikan dukungan dan sangat mengapresiasi antusias mahasiswa KKN Covid-19 Kelompok 098 yang mau membudidayakan tanaman hidroponik dan memperkenalkannya kepada warga desa Lamkuta. Selain bisa menjaga mutu dan kualitas sayur-mayur, dapat juga memberikan penghasilan tambahan untuk warga yang mau membudidayakannya. (Mohd/Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.