Karyawan PT OSS Meninggal Akibat Ditabrak Kendaraan Roda 10

0

KONAWE, radar-x.net – Karyawan PT Obsidian Stenlos Still atau kerap sekali di sebut PT OSS meninggal dunia, akibat ditabrak oleh kendaraan roda 10, dan korban meninggal dunia di klinik perusahaan tersebut. Minggu 29/11/2020, pukul 07.00 Wita.

Pasalnya, kejadian seperti ini bukanlah hal baru di perusahaan tersebut, hampir tiap bulannya ada korban penabrakan yang pelakunya adalah tenaga kerja asing dari china yang bertempat di Workshop jetty, PT OSS, Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sultra.

Ironisnya, mereka memang tidak memiliki skill seperti pengemudi dari tenaga kerja lokal. Mereka datang dengan modal pas-pasan. Setelah bekerja mereka ikut kepada driver TKA china, bahkan ada yang ikut dengan driver tenaga kerja lokal. Setelah ada pengalaman sedikit, maka mereka sudah diberi kewenangan untuk mengemudikan kendaraam milik perusahaan.

“Kita tidak heran, karena perusahaan tersebut adalah milik asing, sehingga untuk TKA, tentu semua serba dimudahkan. Sementara, driver tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi pengemudi di Indonesia,” kata Aslam fadli, Kepala Perwakilan Radar-X (Media Cetak & Online) Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  "BLT Cair, Masyarakat Berdzikir" Kepala Desa Tobai Barat Manjakan Warganya
Driver PT OSS.

Aslam akrab sapaanya menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, pengemudi tersebut sangat tidak memenuhi kriteria.

“Melihat kejadian yang satu ini, memang tidak profesi sebagai seorang driver, melainkan dia adalah Translater/juru bahasa. Sehingga saya menduga yang bersangkutan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” ucapnya.

“Yang terakhir adalah dasarnya semua peraturan perundang-undangan di tabrak. Dan permasalahan ini akan Kami kawal bersama tim, agar wujud penegakan hukum yang berkeadilan,” jelas Aslam.

Sementara, keluarga korban mengatakan, bahwa seharusnya perusahaan menghentikan kegiatan hari ini, karena kita berduka. “Sebagaimana aturan yang diterapkan pada perusahaam lain, tapi di perusahaan ini, sama sekali tidak ada kepedulian teehadap kejadian seperti ini,” tandasnya. (Fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.