Jalan Menuju desa Kecamatan Leuser Rusak Parah, Masyarakat Susah Jual Hasil Panen

0
60

Aceh Tenggara, radar-x.net – Kecamatan Leuser yang berjumlah 23 desa, akses jalan menuju 19 desa atau 90 % jalan di Kawasan pedalaman Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara itu rusak parah.

Kondisi jalan belum miliki aspal, berlubang-lubang seperti kubangan kerbau, amblas dan berlumpur, hanya empat desa akses jalan telah di aspal.

Pasalnya, 19 desa yang belum diaspal dan kondisi rusak parah yaitu, Bukit Bintang Indah, Kompas, Permata Musara, Lawe Tawar, Gunung Pakpak, Tuah Kekhine, Lawe Sekhakut, Bunbun Alas, Bunbun Indah, Suka Damai, Naga Timbul, Gaye Sendah, Sepakat, Punce Nali, Sade Ate, Arih Mejile, Tunas Mude, Desa Harapan dan Ukhat Peseluk.

Kondisi jalan rusak parah dan belum diaspal ini masih jalan status buka badan jalan. Ini membuat kawasan pedalaman Leuser semakin sulit diakses menggunakan sepeda motor maupun mobil, khususnya disaat musim penghujan. Karena bila hujan, jalan tersebut sangat sulit dilalui.

“Hampir 19 desa di setiap desa-desa, kalau hujan kami enggak bisa pulang dan sepeda motor diletakan di jalan, terkadang kami numpang tidur di rumah warga,” ujar Camat Leuser, Mustapa Kamal, kepada radar-x.net, Senin (23/11/2020).

Baca Juga:  Kondisi Jalan Memprihatinkan, Tim GPN: Butuh Perhatian Khusus Dari Pemerintah

Camat Leuser menjelaskan, di Kecamatan Leuser dari 23 desa yang telah memiliki aspal permanen hanya empat desa, yakni di desa Kampung Gayo, Bukit Alga Musara, Bukit Meriah, Tanjung Sari, dan Kande Mende.

Mayoritas penghasilan masyarakat di Kecamatan Leuser sebagai petani yang menanam tanaman jagung, sawit, cokelat, kemiri dan komoditi lainnya.

Akibat faktor jalan yang rusak sehingga hasil panen petani ini sulit diangkut sehingga Leuser menjadi terisolir dari Kecamatan lain yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara. Terkadang ketika musim penghujan hasil panen petani tidak bisa dibawa pulang untuk dipasarkan.

Jalan Permata Musara, Bukit Bintang Indah dan jalan desa lainnya sangat diharapkan perhatian dari Dinas PUPR Aceh untuk membebaskan rakyat pedalaman Leuser dari terisolir dan juga dua jembatan di Bukit Bintang Indah sangat kritis dan terancam amblas akibat terkikis banjir.

“Akibat kondisi jalan dan jembatan seperti ini, hasil pertanian milik petani terpaksa dilangsir karena tidak bisa melintas mobil berbadan lebar,” ujar camat.

Baca Juga:  Ahmad Dhafir Mengaskan PKB Belum Menentukan Koalisi Dengan Partai Apapun

Masyarakat di Kecamatan Leuser mengharapkan pembangunan jalan di kawasan pedalaman Leuser menjadi prioritas, karena 80 persen masyarakat di Kecamatan Leuser sebagai petani. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.