Bensin Tidak Dijual Mulai 1 Januari 2021, Berikut Kata PT Pertamina

0
794

JAKARTA, radar-x.net – PT Pertamina (Persero) angkat suara perihal rencana penghapusan BBM jenis premium atau yang dikenal bensin di pasaran mulai 1 Januari 2021 yang rencananya mulai dilakukan di wilayah Pulau Jawa, Madura, dan Bali.

Dikatakannya, bahwa Pemerintah sebelumnya menyebutkan adanya rencana penghapusan BBM jenis premium. Rencana tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan Research Octane Number (RON).

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M.R. Karliansyah saat pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) pada pekan lalu.

“Pernyataan Direktur Operasi KPI per 1 Januari 2021 Premium akan diganti dengan Pertalite dimulai di wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali) dilanjutkan daerah lain secara bertahap,” katanya. Minggu (15 November 2020)

Dijelaskannya, bahwa sebetulnya pemerintah telah mengatur penggunaan BBM dengan kadar emisi yang lebih baik sejak 2017 lalu dengan tujuan menciptakan kualitas udara yang lebih baik.

“Kementerian LHK telah menyiapkan regulasi dalam rangka pengendalian pencemaran udara dari sumber bergerak. Kementerian itu menerbitkan Permen LHK Nomor 20 Tahun 2017 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor dari Euro 2 menjadi Euro 4,” jelasnya.

Merespons pernyataan tersebut, Mas’ud Khamid CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina mengatakan, keputusan penghapusan penjualan BBM penugasan itu sepenuhnya berada di tangan pemerintah.

Hal senada juga dikatakan Heppy Wulansari Pjs VP Corporate Communication Pertamina, meskipun pihaknya tengah mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan, Pertamina berkomitmen mendorong penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi, karena akan berdampak positif untuk mesin kendaraan dan udara yang lebih bersih. Kebijakan penyaluran Premium merupakan kewenangan pemerintah.

Dijelaskannya, untuk mendukung rencana tersebut, Karliansyah (Direktur Operasi Pertamina) mendorong produsen BBM untuk menyiapkan kilang produksi bensin dengan nomor oktan di atas 91. Konsumen juga didorong untuk memilih bahan bakar yang lebih ramah lingkungan meskipun dengan harga yang lebih mahal dibandingkan bahan bakar yang lebih kotor.

“Penghapusan Premium merupakan langkah pemerintah untuk menekan angka konsumsi BBM dengan nomor oktan 88 itu. Pasalnya, berdasarkan data KLHK, Premium masih mendominasi 55 persen konsumsi bensin di masyarakat,” jelasnya. (Mhr/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.