Tolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law Di Gedung DPRD Berakhir Ricuh, 44 Orang Diamankan Petugas

0
27

Batu Bara, radar-x.net – Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis pada press releasenya Senin (12/10/2020) mengatakan, 350 personil terdiri dari Polres, TNI, dan Sat Pol PP telah melakukan pengamanan unjuk rasa Tolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law di Gedung DPRD yang dilakukan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat yang diperkirakan berjumlah ratusan massa.

Kapolres menjalankan, awalnya unjuk rasa berjalan damai, aman dan kondusif namun di siang hari sekitar pukul 12.00 Wib, pengunjukrasa berkeinginan untuk ketemu dengan Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara.
Di karenakan Ketua DPRD berhalangan sehingga yang ada wakil dan Komisi III serta komisi lainnya sekitar 5 orang ada di sana dan mereka tidak mau diwakilkan dan harus ketua DPRD serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Batu Bara.

“Disebabkan tidak lengkap mereka ingin masuk ke gedung DPRD Kabupaten Batu Bara. Prediksi kita kalau mereka masuk lebih berbahaya lagi menduduki gedung DPRD dan berpotensi menimbulkan kerusakan,” terang Kapolres.

Ketika pengunjukrasa dan mobil komando mereka mau masuk ke gerbang dilapis dengan Ton Dalmas dan anggota.

Kapolres juga menyebutkan, mereka mungkin emosi tidak bisa masuk. Tiba-tiba dengan spontan mereka mungkin sudah mempersiapkan batu lalu menyerang anggota kita yang melakukan pengamanan di pagar pintu masuk gedung DPRD kabupaten Batu Bara.

“Kemudian karena tidak terkendali lemparan batunya melayang kemana-mana bahkan anggota Polres, Kasat Sabhara AKP DP Sinaga terkena lemparan batu besar hingga mengalami luka parah di kepala dan sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob, karena kondisinya lemah dan kemudian dia merasa pusing,” ungkap Kapolres.

Menjawab pertanyaan awak media, Kapolres menyebutkan telah diamankan 44 orang terdiri dari 19 orang siswa sekolah menengah, mahasiswa 11 orang kemudian orang dewasa 12 orang serta 2 orang karyawan dan buruh.

“Saat di lakukan tes urine, satu orang pengunjukrasa mengaku mahasiswa bernama Adam ternyata positif memakai narkoba. Sedangkan Polisi juga mengamankan 3 unit truk pickup milik pengunjukrasa termasuk soundsystem yang mereka gunakan untuk berorasi,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Kapolres. Satu unit sepeda motor patroli milik Dishub Batu Bara diduga dilempari dan dirusak massa. Kaca depan truk pickup yang dipakai berorasi yang turut diamankan di Mapolres Batu Bara juga pecah.

Unjuk rasa APIBI BB (Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh Batu Bara) yang sebelumnya berlangsung damai, akhirnya sekitar pukul 12.00 Wib menjadi ricuh.

Massa yang berada di belakang mobil komando diduga memicu kericuhan dengan melempar petugas menggunakan batu. Aksi hujan batu dari massa unras semakin panas karena diduga disambut lemparan dari arah halaman gedung DPRD.

Lemparan batu diduga dari massa mengenai kepala Kasat Shabara Polres Batu Bara AKP DP Sinaga yang saat itu tengah membuka pintu pagar DPRD Batu Bara. Lemparan batu yang mengenai kepala Kasat Shabara mengakibatkan darah muncrat hingga membanjiri wajahnya.

“Melihat keberingasan pengunjuk rasa yang mengakibatkan Kasat Shabara luka di bagian kepala, polisi huru hara yang telah berjaga-jaga sebelumnya bergerak maju mengejar massa. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang berunjuk rasa,” pungkas Kapolres. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.