Pintu Gerbang RS Nindhita Digantungi Poster, Ini Komentar Mantan Ketua DKR

0
39

SAMPANG, radar-x.net – Salah satu Rumah Sakit Swasta di Sampang Madura Jawa Timur, mendapat sorotan keras dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Sampang hingga disegel dengan poster yang digantung di pintu gerbang utama dan pagar depan dengan bertuliskan “TIDAK TERIMA PASIEN BPJS, TUTUP RS NINDHITA”.

Puluhan massa dari DKR mengawasi dan menunggu di depan Rumah Sakit Nindhita Sampang dengan tujuan ingin mengklarifikasi pihak Rumah Sakit Nindhita, karena tenaga kesehatan di Rumah Sakit tersebut telah tidak memberikan pelayanan atau tindakan medis pada pasien. Minggu, 11/10/2020.

Pasalnya, tenaga kesehatan yang ada di Rumah Sakit Nindhita tersebut, telah menabrak Undang-undang Kesehatan pasal 36 tahun 2009 sehingga mengundang reaksi dari salah satu keluarga korban dan DKR.

Karena tidak ingin terkesan ada masalah, akhirnya pihak Rumah Sakit Nindhita mengizinkan dan memberikan waktu pada DKR untuk melakukan klarifikasi didepan awak media.

Menyikapi hal tersebut, Moh. Iqbal Fathoni mantan Ketua DKR juga angkat bicara. pihaknya mendukung apa yang telah dilakukan oleh DKR.

Baca Juga:  295 Orang Terjaring Operasi Pekat Semeru 2018

“Saya menyikapi serius, dan mendukung teman-teman DKR tentang masalah ini, karena ini menyangkut keselamatan umat, dan saya yakin teman-teman DKR melakukan ini semua itu beralasan,” ujarnya.

Lebih lanjut Pria yang masih aktif di jajaran DPRD Kabupaten Sampang ini mengatakan, bahwa di Rumah Sakit Nindhita ini pernah melakukan pungutan bagi pasien BPJS.

“Parahnya lagi, di Rumah Sakit Nindhita ini telah tidak melayani pasien yang mau melahirkan, sedangkan ini sifatnya emergancy.” Tegas Fafan sapaan akrabnya mantan DKR.

Fafan menambahkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pihak Rumah Sakit Nindhita dan pihak-pihak terkait, tetapi masih mau dirapatkan. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.