Juknisnya Swakelola, Faktanya Proyek SDN Mangli Dikerjakan Oleh Kontraktor

0
67

JEMBER, radar-x.net – Kuat diduga karna lamanya tidak mengerjakan proyek pemerintah Kabupaten Jember, sehingga meski tahu juknisnya DAK swakelola tetap saja iya tabrak. Seperti halnya pembangunan infrastruktur gedung perpustakaan SDN Mangli I dan SDN Mangli III Wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Pasalnya, Kedua lembaga sekolah dasar ini sama-sama mendapatkan program DAK th 2020. Seperti yang disampaikan oleh Yayuk kepala sekolah dasar Mangli III diruang kerjanya pada awak radar-x Jember, bahwa ada 7 Sekolah Dasar Negri di wilayah Kecamatan Kaliwates Jember ini yang mendapatkan jatah program pembangunan rehab gedung perpustakaan yang sama dengan sekolahnya, tetapi Mangli 1 dan Mangli III ini dan ada tiga sekolah yang lain juga dikerjakan oleh “H Basis” kontraktor.

Merupakan suatu ganjalan yang aneh!, manakala proyek pembangunan rehab gedung perpustakaan ini jelas juknisnya swakelola. Namun faktanya jelas terlihat dua titik proyek SDN Mangli 1 dan SDN Mangli 03 dikerjakan oleh H Basis kontraktor semua.

“Jumlah proyek DAK SDN se-kecamatan Kaliwates tersebut ada tujuh semuanya, namun kurang lebih ada lima titik yang dikerjakan oleh H Basis,” kata KS.

Baca Juga:  LSM KPK Nusantara Siapkan Laporkan Dugaan Penyimpangan ADD Desa Bandar Baroe

Sementara dinas Pendidikan Jember saat dikonfirmasi awak media radar-x.net, terkait hal tersebut, PPTK Sri Kantono Kabid Pembangunan SD diruang kerjanya menjelaskan bahwa, “yang pasti sistim pelaksanaan proyek ini swakelola, bila dikontraktualkan pada pemborong maka itu salah,” tandasnya.

Sri Kantono, Kabid Pemb SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Sri Kantono menambahkan, “apapun alasan kepala sekolah, dengan dalih apapun untuk menempatkan kontraktor, itu salah. Dan ini uangnya bukan uangnya pemkab, tetapi uangnya kementrian, dapatnya pun proyek ini tidak pakai proposal. Tapi dari Dapodik. Jadi yang menentukan ini bukan kami tapi Dapodik. Semua segala sesuatunya yang membaca adalah kementrian,” jelasnya.

“Jadi…! Jenengan catat ya pernyataan saya ini suruhnya pada awak media, kalau pelaksanaan proyek ini dikontraktualkan salah.! Karna sudah ada di juknisnya bahwa, DAK ini adalah Swakelola,” ucapnya pada radar-x.

“Kalau toh demikian…! Bagaimanakah kira-kira langkah tegas Badan Pengawas Daerah /Inspektorat Kabupaten Menyikapi dua titik proyek swakelola yang diduga dikerjakan dengan cara kontraktual oleh H Basis sebagai kontraktornya?” Tandasnya.

*Bersambung… (Ltf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.