Pembangunan Sarana Air Bersih Rp 379 Juta Tak Berfungsi, Masyarakat Desa Lawe Kecewa

0
48

ACEH TENGGARA, radar-x.net – Pembangunan sarana air bersih Desa Lawe Beringin Horas, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, tidak berfungsi. Pasalnya, perpipaan yang dibangun menggunakan dana desa senilai Rp 379 juta pada tahun 2019 tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.

Menurut warga setempat, sejak dibangun pada tahun 2019 lalu, pipa air bersih hanya berfungsi selama 14 hari setelah itu tidak dapat digunakan lagi oleh warga. Sebab pipa pvc yang terpasang untuk menyuplai air bersih ke bak penampung tidak berjalan lagi hingga saat ini.

“Sejak dibangun pada tahun 2019 lalu sarana air bersih itu hanya berfungsi selama 14 hari, itupun airnya sangat kecil, setelah itu tidak dapat kami gunakan lagi sampai hari ini,” ungkap salah seorang warga, Selasa (22/09/2020) di Desa Lawe Beringin Horas Kecamatan Semadam Aceh Tenggara.

Sementara dana desa yang dikeluarkan untuk pembangunan sarana air bersih itu lumayan besar. Tetapi tidak dapat berfungsi dengan baik, inikan mubazir jadinya dan menghamburkan uang desa. Timpal warga lainnya.

Menanggapi keluhan warga lawe beringin horas tersebut, Tim Lsm dan awak media turun langsung ke lapangan. Benar saja, sejumlah pipa pvc yang terbentang dari hulu ke hilir tidak terpasangan dengan baik, sebahagian pipa telah pecah dan retak.

Kondisi pipa utama yang tersambung pada pipa lainnya telah terputus, selain itu, konstruksi bak penampung sangat memprihatinkan dan tanpa penutup plat beton.

Photo, Sarana Air Bersih Desa Lawe Beringin Horas Tidak Berfungsi.

Sehubungan itu, Ketua Lsm KPK-N Agara, Junaidi mempertanyakan, sejauh mana tanggung jawab Pj Kepala Desa. Sebab, dana desa yang digunakan untuk pembangunan sarana air bersih itu cukup besar.

“Kondisi tersebut membuat bak penampung air bersih tidak berfungsi, yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga lawe beringin horas menjadi harapan hampa,” ujar Junaidi.

Pj Kepala desa Lawe Beringin Horas Sabaruddin, ketika dihubungi wartawan radar-x.net via telepon selular, Rabu (23/09/2020) mengatakan, Membenarkan bahwasanya, pembangunan sarana air bersih ini pada tahun 2019, beroperasi hanya 40 hari.

Akibat berhentinya sarana air bersih ini beroperasi, karena ada penggalian di muara, dimana tempat sarana air bersih itu berada, membuat air tidak dapat masuk ke bak penampungan dan sarana air bersih tidak dapat mengalir ke perumahan masyarakat.

“Akibat air tidak bisa masuk ke bak sarana air bersih, mengajibatkan banyak pipa air yang rusak, seperti patah, lepas dari penyambungan, dan masyarakat juga tidak ada yang melakukan perawatan untuk sarana air bersih tersebut,” ucap Sabaruddin Pj. Kades Beringin Horas. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.