Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus Jawab Tuntutan Aksi Demo Ampera

0
25

Batu Bara, radar-x.net – Kepada awak media Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus menjelaskan terkait tuntutan aksi demo ampera didepan kantor Bupati dan DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut Ilyas pemerintah Kabupaten Batu Bara tetap mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan, termasuk kesejahteraan tenaga pendidik dan Kependidikan ASN maupun Non ASN/Honorer, termasuk menjaga kearifan lokal yang ada di Kabupaten Batu Bara. Dan dipastikan didukung oleh Pemkab Batu Bara di bawah kepemimpinan Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir M.Ap.

“Pemkab selama ini terus berupaya mendukung kesejahteraan Guru ASN maupun Non PNS/Honorer, namun dalam pelaksanaannya, gaji honorer tetap memperhatikan kemampuan anggaran kita (sekolah, disdik maupun Pemda),” kata Ilyas Sitorus saat dihubungi awak media melalui sambungan Telepon Serulernya, Senin Petang (28/09/2020).

Saat disinggung harapan dari perwakilan mahasiswa yang melakukan orasinya, Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus sangat sependapat tentang kenaikan gaji guru honorer.

“Jangankan saya, Pemkab Batu Bara juga berkeinginan demikian sebagaimana Visinya “Menjadikan Masyarakat Kabupaten Batu Bara, masyarakat industri yang sejahtera, mandiri dan berbudaya”. Saya pastikan Bupati, Pak Zahir bahwa Pemerintah Kabupaten Batu Bara pada prinsipnya tentu dan pasti mendukung,” ucap Ilyas.

Namun, lanjutnya. Besaran gaji guru honorer kita saat ini masih tergantung dari kemampuan masing-masing sekolah kita, termasuk kemampuan APBD kita juga. Saat ini ini keterbatasan anggaran yang kita miliki baik di sekolah, dinas maupun secara keseluruhan di APBD Kabupaten Batu Bara itu sangat-sangat terbatas karena banyak hal yang harus kita penuhi secara bersamaan.

Terkait adanya permintaan copot mencopot jabatan, Ilyas mengatakan, kesemua itu sudah ada yang mengurusnya. Itu urusan pimpinan dalam hal ini Bupati Zahir.

“Saya tidak bisa koment. Saya tau nya kerja dan kerja jika selagi masih diberi amanah dan kepercayaan. Dan ingat, dengar baik-baik yang saya bilang ini, satu orang saja, apalagi tiga orang yang tidak mendukung program saya di disdik, bagi saya sudah cukup banyak itu. Walaupun ada seribuan orang yang mendukung. Oleh karenanya, saya berharap dukungan dari semua elemen termasuk perwakilan mahasiswa yang sudah menyampaikan koreksinya. Tolong jangan hanya mengkoreksi, tetapi bantu kami, bantu Disdik, bantu Pemkab Batu Bara,” terang Ilyas.

Ilyas menambahkan, dalam menyelesaikan atau mengurangi yang menurut perwakilan mahasiswa ada permasalahan dalam dunia pendidikan, salah satunya perobahan warna gedung, kearifan lokal, Kesejahteraan kawan-kawan Guru Honor dan lainnya, itu semua tidak benar.

“Pak Bupati sangat konsen terhadap hal pendidikan menjadi prioritas yang perlu mendapat sentuhan alokasi anggaran selain OPD lainnya, saya yakin Bupati akan mendukung semua harapan tersebut dan sudah jadi bahan-bahan masukan dalam rapat-rapat koordinasi pimpinan tingkat Pemerintahan kita ini. Soal koreksi dan koreksi, sekali lagi saya pribadi dan Disdik umumnya tidak anti koreksi, silakan koreksi dan ingatkankan kami, tetapi tolong bantu dan beri juga solusinya apa, jangan hanya menyalahkan dan menyalahkan terus,” ungkap Ilyas via telphone serulernya.

“Karena kami tidak akan bisa berjalan sendiri, pasti lah kami membutuhkan dan tentunya dukungan juga dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa yang sangat terpelajar,” tandasnya.

Ilyas juga mengatakan, Mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi yang merupakan insan-insan calon sarjana, calon intelektual. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.

Peran dan fungsi mahasiswa adalah Sebagai Iron Stock, Mahasiswa itu harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di pemerintahan nantinya, yang berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini, disamping itu juga sebagai Agent Of Change, dituntut untuk menjadi agen perubahan, jadi bukan hanya mengkoreksi tetapi mampu memberi solusinya. Mahasiswa harus mampu sebagai Social Control. Jadi selain pintar di bidang akademis, mahasiswa harus pintar juga dalam bersosialisasi dengan lingkungan termasuk Moral Force.

Terkait dengan pergantian warna gedung sekolah, ia juga menjelaskan bahwa, menurutnya tidak ada regulasi yang dilanggarnya, dan mengapa hanya disdik yang saya pimpin diributin, bukannya gedung DPRD, Gedung kantor Bapati dan Gedung Dinas/OPD yang lebih dulu menukar warna bukan hanya sekolah Lantas kenapa yang dipermasalahkan sekolah yang saya pimpin.

“Kalau mereka (pengunjuk rasa) mengatakan dalam orasinya Kadisdik diduga memanfaatkan dan menyalah gunakan kewenangan untuk keperluan pribadi, maka saya juga boleh lah mengatakan bahwa patut saya duga aksi-aksi tersebut ada keperluan dan kepentingan serta dorongan dalam memanfaatkan situasi,” uangkapnya dan mengakhiri pembicaraannya melalui Telepon Serulernya. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.