Bimtek Kepala Desa di Sampang Tak Bermanfaat, Ormas dan LSM Audensi DPMD

0
48

SAMPANG, radar-x.net – Bimbingan Teknik (Bimtek) yang dilakukan oleh Kepala desa se-Kabupaten Sampang ke Bandung Jawa Barat, dan Banyuwangi beberapa waktu yang lalu terkesan tidak bermanfaat.

Pasalnya, Bimtek itu hanya buang-buang anggaran, dan sampai sekarang tidak ada hasil yang nyata dari hasil Bimtek tersebut. Maka dari itu Aliansi Damai Pantura yang tergabung dalam 6 (Enam) Ormas dan LSM yaitu Ormas Projo, LSM L-Kuhap, LSM Elang Putih, LSM JPKP, LSM KPK Nusantara dan juga LPKSM PK-PU Indonesia melakukan audensi terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten. Senin (14/09/2020).

Moh Muhni, Koordinator Aliansi Damai Pantura mengatakan, perjalanan seluruh Kepala desa ke Bandung dan Banyuwangi hanya buang-buang anggaran.

“Hasil dari Bimtek itu tidak nampak, yang nampak hanya joget-joget dan saweran,” kata Muhni,

Menurut Muhni, apalagi dana Bimtek sebesar Rp 900 juta itu berasal dari dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang di transfer langsung melalui Bank BRI ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (DPMD) Kabupaten Sampang.

“Ini menyalahi aturan, karena dalam ADD tidak ada acara bimtek karena selama Musrenbangdes tidak diusulkan kalau ada berarti itu program siluman yang sengaja diselundupkan,” terangnya.

Seharusnya, kata Muhni, Bimtek yang diambil dari ADD itu, seharusnya swakelola, tidak boleh ada campur tangan dari Camat, DPMD dan Wakil Bupati. Kecuali, dana tersebut diambil diambil dari APBD, silahkan Camat, DPMD serta Wakil Bupati, dan bahkan Bupati pun, silahkan hadir semua.

“Ini sudah menabrak aturan,” katanya.

“Sisa uang sebanyak itu, siapa yang bertanggung jawab, apalagi tadi apa yang menjadi pertanyaan teman-teman audiensi, tidak ada satupun pertanyaan yang bisa dijawab oleh pihak DPMD,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Suhanto, Plt Kadis PMD Kabupaten Sampang mengakui hanya memfasilitasi saja.

“Pihaknya hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Pihaknya mengakui, beberapa Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kepala desa di Sampang memang kurang, sehingga apa yang terjadi, sampean lihat sendiri.

“Semestinya, Kepala desa di Sampang tidak harus ikut semua, kita lihat kondisinya, apa cocok yang kita kunjungi dengan yang kita butuhkan,” tandasnya. (Varies)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.