Wali Murid Prajjan Menjerit…! Anaknya Tidak Mendapat Bimbingan Dari Sekolah

0
49

SAMPANG, radar-x.net – Dampak buruk dari wabah Covid-19 sangatlah besar, karena sampai saat ini hal tersebut masih dialami oleh warga desa Prajjan Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura – Jawa Timur. Karenanya Virus tersebut tidak hanya mengganggu kesehatannya warga melainkan juga sangat berdampak buruk bagi dunia pendidikan. Selasa, 25/08/2020.

Pasca penyebaran virus tersebut, kini masyarakat dan siswa di desa Prajjan Camplong juga merasakan dampaknya. sehingga proses belajar mengajar di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menggunakan Laring dan Daring.

Pasalnya, nasib kurang beruntung dialami siswa-siswi dari UPTD SDN Prajjan 1 dan SDN Prajjan 2, karena sejak adanya penerapan pembelajaran yang sesuai dengan surat edaran dari dinas pendidikan namun semua siswa dari kedua SDN tersebut belum pernah menerina pembekalan pembelajaran tersebut.

Terpantau, Kedua Sekolah Dasar tersebut merupakan penggabungan dari dua sekolah dengan dipimpin oleh satu Kepala Sekolah Ciptadi itu selama pandemi tidak mengikuti aturan Surat Edaran (SE) tersebut, padahal itu keputusan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Kab. Sampang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media radar-x dilapangan, bahwa selama diumumkannya penyebaran wabah Covid-19 di sekolah tersebut belum pernah ada pelajaran, hanya satu kali saja diadakan tatap muka.

“ya mas..! Memang Pernah ada tatap muka dengan pihak sekolah, namun itupun hanya satu kali,” ucap salah satu wali murid dari sekolah.

Saat dimintai keterangan lengkap dari pertemuan tersebut, pria yang menyembunyikan Indentitasnya itu mengatakan, bahwa pertemuan tatap muka itu dilaksanakan pada bulan yang lalu, yang diikuti siswanya. “Yang diikuti anak saya dan teman-teman sekelasnya, dan mereka dikumpulkan di salah satu wakaf sambil foto-foto, kemudian disuruh pulang oleh kepala sekolanya.” Jelasnya.

“Intinya begini mas.., mereka disuruh datang, dan foto tatap muka sebagai dokumentasi saja untuk dikirim ke Dinas Pendidikan”, tambahnya.

Menurutnya, kalau dibiarkan terus seperti itu, maka para siswa/peserta didik akan semakin liar dalam bermain, karena tidak adanya keseriusan dari Pihak sekolah. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.