Komunitas Peduli Kaum Dhu’afa Suger Kidul, Gelar HUT RI Ke-75 Dengan Gebrakan Merpati

0
90

JEMBER, radar-x.net – Komunitas Peduli Kaum Dhu’afa desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk, menggelar gebrak merpati (Totta’an dhereh, Madura,-red) tepatnya di Dusun Krajan Barat RT 04 RW 02, yang dikuti dari semua elemen masyarakat, mulai dari petani, Jajaran Pemerintah desa, serta tokoh masyarakat juga ikut memeriahkan hari Kemerdekaan RI ke-75. Minggu, (23/08/2020).

Uniknya, nampak hadir pula masyarakat pecinta merpati (Getthakan, Madura.-red) yang memang sengaja diundang oleh H. Bonar, selaku Ketua komunitas peduli kaum dhu’afa desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk.

H. Bonar mengatakan, merpati merupakan salah satu jenis burung yang selalu menjaga kekompakannya dan tahu bagaimana pentingnya kerjasama.

“Alasan kami menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75 dengan kegiatan gebrakan merpati guna mengingatkan kita bahwa Indonesia merdeka karena kekompakan Rakyat melawan penjajah 75 tahun silam.” Ucapnya.

“Kami berharap kepada seluruh Masyarakat agar terus menjaga kekompakan untuk membangun Jember menjadi lebih maju, khususnya desa Suger Kidul,” imbuh H. Bonar.

Sementara Ach. Suryadi Camat Jelbuk menyampaikan apresiasi kepada komunitas peduli kaum dhu’afa dengan adanya gebrakan merpati (Totta’an dhereh, Madura,-red) ini menggambarkan bahwa kita harus selalu menjalin silaturrahim dan terus menjaga kekompakan antar sesama.

“Tidak hanya itu, kita akan terus menanamkan kekompakan dalam membangun dari segala hal. Sehingga dengan mudah akan terbentuk suatu landasan untuk membangun bangsa ini kedepan kuhususnya Kabupaten Jember.” jelas Suryadi.

Suryadi menambahkan, pihaknya akan melestarikan tradisi dan budaya gebrak merpati (Totta’an dhereh, Madura,-red) guna untuk menjaga budaya khususnya yang ada di Jember.

Sementara dikesempatan yang sama Kapolsek Jelbuk, IPTU Dwiko, menyampaikan, dengan melestarikan budaya maka dengan mudah kita menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan budaya kita wajib mensupportnya sehingga terus tertanam dibenak masyarakat bahwa melestarikan budaya merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap Bangsa ini.

Disamping itu, pihaknya juga mensosialisasikan gerakan bermasker serta mengajak kepada semua masyarakat agar selalu mengikuti protokol kesehatan guna untuk memutus mata rantai penularan Covid 19. Mengingat masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker saat beraktifitas. (Abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.