Hampir Setahun Tidak Ada Penetapan Tersangka, Kejari Sampang Terancam Disegel

0
73

SAMPANG, radar-x.net – Puluhan warga Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang, Madura, menggelar aksi Turun jalan dengan membawa beberapa tuntutan di depan Kejaksaan Negeri Sampang. Rabu, 05/08/2020.

Aksi yang dikordinatori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Jatim Coruption Watch (LSM JCW) kembali mempertanyakan tuntutannya yang kesekian kalinya pada Kejari Sampang yang sampai saat ini masih belum ada kebijakan yang jelas pada Masyarakat Sokobanah Daya.

Pasalnya, kedatangan Warga tersebut karena mereka menilai sejauh ini Kejari Sampang, lemah dan lamban dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kepala desa Sokobanah Daya (Jatem) dalam melaksanakan pekerjaan proyek Dana Desa(DD).

Dari hasil pantauan media radar-x dilokasi, melalui orasinya Masyarakat menuntut Kasus Dugaan korupsi terhadap pekerjaan proyek saluran irigasi tersebut diduga sarat korupsi. Hal tersebut dibuktikan dengan mendatangkan tim ahli dari Institut Tekhnologi Sepulu November (ITS) yang turun langsung ke desa Sokobanah Daya dan ditemukan adanya kerugian negara.

Tidak hanya itu, Warga meminta kepada Kejaksaan Negeri Sampang supaya secepat mungkin menetapkan tersangkanya dalam dugaan keras tindak pidana korupsi tersebut. Karena menurutnya dari beberapa bukti yang ditunjukkan sudah jelas dan nyata.

Baca Juga:  Diduga Syarat Penyimpangan Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan

“Tidak cukup sampai disini mas…! Kami akan terus memperjuangkan suara hati Masyarakat Sokobanah Daya dalam menindaklanjuti tuntutannya pada Kejari Sampang,” kata Didik usai orasi.

“Jika dalam deadline waktu satu bulan tidak ada kepastian hukum untuk Masyarakat Sokobanah Daya atau bila Kejari Sampang belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi di desa Sokobanah Daya, maka Kami bersama Masyarakat akan melakukan tindak penyegelan pada Kantor Kejaksaan Negeri Sampang”, imbuh Didik.

“Dalam kasus ini tidak hanya Kepala desa Sokobanah Daya saja yang terlibat mas…! Karena proyek saluran yang bersumberkan dari Dana Desa tersebut akan menyeret Nama Anggota Dewan Aktif Kabupaten Sampang, karena telah mengerjakan proyek tersebut bukan dengan swakelola melainkan ditenderkan pada CV Madura Perkasa yang mana direkturnya adalah Putra dari Kepala desa Sokobanah Daya itu sendiri yaitu Dedi Dores,” jelas Didik.

Ditempat yang sama Maskur SH. Kepala Kejaksaan Negeri Sampang saat menyambut mengatakan, selamat datang dan terima kasih atas kedatangannya Masyarakat Sokobanah Daya yang dengan tertib.

Baca Juga:  Penyidik Polda Riau Turun Di Rantau Baru

“Dalam menangani kasus ini Kami tidak main-main Bapak”, ucap Maskur dengan singkat. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.