Perbaikan Jalan Asphal Dusun Sumbersari Kemuningsari Lor Diduga Tidak Transparan

0
252

JEMBER, radar-x.net – Program pembangunan infrastruktur desa di seluruh kabupaten Jember, sudah banyak yang dikerjakan fisik proyeknya. Namun tidak seperti halnya pelaksanaan proyek perbaikan jalan asphal yang sedang dikerjakan oleh desa Kemuningsarilor Panti kali ini, terkesan sengaja tidak memasang papan nama proyek di lokasi kegiatan.

Saat dikonfirmasi, terkait Pelaksanaan pembangunan perbaikan jalan dusun Sumbersari desa Kemuningsarilor Kecamatan Panti ini menurut Abdul Waqik (Kades) Kemuningsarilor Panti mengatakan, bahwa papan proyek tidak dipasang lantaran RAB berubah tiap minggunya.

“Mau dipasang bagaimana, lawong RABnya setiap minggu selalu berubah-ubah,” katanya.

Bahkan proyek pembangunan peningkatan jalan dusun Sumbersari yang sedang dikerjakan tersebut menurut Abdul Waqik baru selesai RABnya. “Maka dari itu segera kita kerjakan sekarang,” katanya.

Saat ditanya tentang berapa volume kegiatan pembangunan jalan dusun Sumbersari itu dan berapa nilai anggarannya dan darimana?. Abdul Waqik menjawab dengan nada pesimis pada media dan mengatakan, “Anggarannya saya tidak tau, kalau panjangnya sekitar seribu meter lebih, lebarnya 2,7 Meter,” ungkapnya.

Baca Juga:  Proyek Siluman Pengaman Tebing Sungai Menuai Konflik
Abdul Waqik (Kades) Kemuningsarilor Panti.

Mendapatkan penjelasan Abdul Waqik yang terindikasi tidak menjunjung tinggi azas demokrasi, transparansi dalam melaksanakan program pemerintah yang menggunakan dana anggara Negara seharusnya dilaksanakan dengan cara yang transparansi.

Sesuai dengan ketentuan UU RI no 14 TA 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) semua kegiatan yang menggunakan uang negara, seperti proyek dana desa harus dilaksanakan dengan transparansi. Hal tersebut dimaksut, sesuai pidato presiden yang mewanti wanti 74.000 kepala desa yang ada di Indonesia agar berhati-hati mengelola anggaran dana desa.

Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa, pelaksanaan proyek Dana Desa(DD) juga diawasi oleh masyarakat, yang turut serta melakukan sosial kontrol. Karena masyarakat dalam hal tersebut sebagai penerima manfaat.

Dengan adanya papan nama proyek dilokasi kegiatan, tentunya agar supaya diketahui berapa besar anggaran biaya proyeknya, dan jelas juga berapa volume kegiatan yang sedang dikerjakannya.

Tidak seperti pelaksanaan proyek perbaikan jalan asphal yang sedang dikerjakan oleh desa Kemuningsarilor panti ini terkesan sengaja tidak memasang papan nama proyeknya dilokasi kegiatan. Cara seperti ini terkesan ada yang ditutup-tutupi.

Baca Juga:  Arus Mudik Diduga Dijadikan Lahan Pungli Oknum Aparat Pelabuhan Gilimanuk

Hasil investigasi media dilapangan menemukan beberapa kejanggalan-kejanggalan seperti, drum asphal polos, tidak kelihatan produknya apa, sehingga meragukan apakah asphal tersebut betul-betul kwalitas baik pertamina ataukah asphal kw?. Yang kedua, hingga progres proyek mencapai kurang lebih 50% kepala desa diduga sengaja tidak pasang papan nama proyeknya dilokasi kegiatan.

Dengan adanya proyek perbaikan jalan di dusun Sumbersari tepatnya di RW006 RT001 hingga RT.007 desa Kemuningsari Lor kec. Panti yang kuat dugaan sengaja dilaksanakan tidak dengan cara yang transparansi. Sehingga sebagai fungsi kontrol kami berharap ada langkah tegas
dari aparat penegak hukum jember. Begitu pula pihak kejaksaan negeri Jember pun harus bertindak.

Saat media mengkonfirmasikan perihal tersebut ke Budi Susila Camat Panti di kantornya, Camat panti terburu-buru karena sedang akan berangkat mendatangi acara undangan dari Polsek Panti.

Sembari, Budi Susila menyampaikan bahwa dirinya akan selalu melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan program desa di wilayahnya, yang meliputi kecamatan Panti. (Ltf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.