Pengakuan Pemilik Lahan Tanah: “Yang Dikelolah CV Risma Jaya Bukanlah Ilegal”

0
64

GOWA, radar-x.net – Menindaklanjuti pemberitaan yang sebelumnya, sempat hangat diberitakan, terkait pengusaha tambang, “CV Risma Jaya, yang berlokasi di di dusun Pasotanae, desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Minggu (7/7/2020).

Dikatakan dalam pemberitaan sebelumnya, yang banyak beredar dari media online, kalau CV Risma Jaya melakukan penambangan dan tidak memiliki ijin dari pemerintah pusat, khususnya ijin dari pertambangan.

Ini tanggapan dari pemilik lahan yang memiliki sertifikat diatas tanah lahan tersebut.

“Saya atas nama ibu Yulianti selaku pemilik lahan tanah yang terletak di dusun Pasotangngae desa Belabori kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, dengan ini menyampaikan, hal kebenaran terkait tambang, yang dikelolah CV Risma Jaya, di dusun Pasotangngae desa belabori kecamatan parangloe kabupaten Gowa, menurut sebagian media dan masyarakat adalah ilegal dan tidak memiliki ijin penambangan,” ungkapnya.

Maka dari itu, “saya Yulianti bersama adik saya Udin menyampaikan kalau tambang yang dikelola selama ini CV Risma Jaya sama sekali Bukanlah Ilegal. Tetapi itu adalah resmi dan berlangsung kesepakatan kerja antara kami sekeluarga (Yulianti,-Red) dengan CV Risma Jaya dan sudah berjalan selama Dua Tahun.

Baca Juga:  Kota Sampang Alami Banjir Lagi

Ditempat yang sama, Asril, salah satu kepercayaan pengelolah CV Risma Jaya saat disambangi awak media Mengatakan, “kami tidak mungkin melakukan penambangan jika tidak disertakan ijin resmi dari pusat, dan surat keterangan reproduksi tambang mineral Non Logam dan batuan,” ujarnya.

Berdasarkan lahan/Tanah yang saya punya tambah Yulianti, jelas bersertifikat beratas namakan ayah saya selaku pemilik tambang, “saya Yulianti membenarkan, bahwa kami dan CV Risma Jaya yang salah satu Putri pemilik dari Bapak Haji kadir nyampa, yang juga selaku Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Provinsi Sulsel “bahwa Benar,” saya selaku pemilik sudah melakukan kerja sama selama dua tahun lamanya sampai saat ini, dan bukan dalam ketegori tambang ilegal, dikarenakan memiliki keabsahan Dokumentasi lengkap berdasarkan ijin resmi yang kami miliki,” jelasnya.

Dalam hal tersebut, awak media berusaha menelusuri terkait pemberitaan yang sebelumnya. Dalam investigasi awak media menemukan titik terang, bahwa pemberitaan sebelumnya diduga bernilai sepihak yang tidak melakukan konfirmasi.

Terkait dari pada itu dewan penasehat AWPI Provinsi Sulsel Haji Muhammad Kadir Nyampa, akan melakukan pelaporan ke pihak kepolisian, terkait prihal lokasi yang selama ini dikelola salah satu Oknum masyarakat tanpa menyampaikan pemberitahuan kepada CV Risma Jaya selaku Pengelola.

Baca Juga:  Bupati Serahkan Berkas Persiapan Pengadaan Lahan Pembangunan Pelabuhan Industri Kuala Tanjung

Dengan adanya kejadian tersebut, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia AWPI provinsi sulsel, Hariadi Talli akan terus memantau kasus tersebut sampai tuntas. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.