Diduga Ada Main Mata Antara Pendamping Dan Kordinator, Bansos Di Sampang Susut

0
112

SAMPANG, radar-x.net – Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah baik yang berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sampang tercium menyusut hingga bansos tersebut tidak utuh saat ditangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menanggapi hal demikian, Muhlis Cs yang merupakan komando dari Lembaga Swadaya Masyarakat- Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (LSM-KPK Nusantara) DPC Sampang menggelar audensi dengan Dinas terkait dan mencoba untuk menkaji dengan apa yang telah dikeluhkan oleh para KPM. Kamis, 09/07/2020.

Dikatakannya, pihaknya telah menemui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang sudah dua kali.
“Kami telah menghadap Kepala Dinas Sosial dua kali,” kata Muhlis, Ketua DPC LSM-KPK Nusantara Sampang, kepada media radar-x.net.

Muhlis menjelaskan, beberapa hari yang lalu dirinya telah menghadap Kadis untuk mendapatkan data KPM dari PKH dan PBNT, kemudian kedatangannya kemarin Rabu, 08 Juli 2020 di Dinsos, untuk menggelar audensi terkait temuannya di bawah.

“Alhamdulillah kedatangan kami di Dinas Sosial direspon dengan baik,” ucap Muhlis.

Baca Juga:  Update Pasien Positif Covid-19 Di Sampang Kini Mencapai 159

Secara terpisah, Syamsul Arifin Sekjen KPK Nusantara DPC Sampang membenarkan, bahwa pihaknya sudah mengadakan audensi dengan dinas sosial. Karena dinas tersebut yang terkait dengan segala bantuan sosial.

Saat disinggung tentang audensi tersebut, lelaki yang sedang mengawal sengketa tanah di Sampang ini menjelaskan, pihaknya mendapat laporan bahwa ada bantuan di Sampang, baik PKH ataupun BPNT bantuannya diduga tidak utuh.

“Artinya ada pemotongan, sehingga batuan tersebut susut, seperti PKH ada yang menerima Rp. 200 rb. Rp. 300 rb. Pokoknya bervariasi. Kalau yang dari BPNT selain jenis berasnya bukan premium, dan telurnya pun tidak sama banyaknya saat ke tangan para KPM,” jelas Syamsul, saat ditemui di kantornya Jl. Garuda Sampang.

“Kami menduga kuat bahwa, hal ini adalah ulah dari pendamping bansos dan kordinatornya,” tandas Arif.

Hingga berita ini di turunkan, pihak pendamping maupun kordinator tidak bisa memberikan kejelasan-kejelasan usai audensi. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.