Pekerjaan Normalisasi Sungai Setail, Menuai Polemik Masyarakat Tegalarum

0
92

BANYUWANGI, radar-x.net – Proyek Normalisasi yang menggunakan alat berat Excavator yang terletak di sungai Kali Stail desa Tegal Arum notabene menggunakan Anggaran Negara dalam pengerjaannya, tetapi proyek tersebut terkesan penuh tanda tanya, dan patut diduga dalam pelaksanaannya menyimpang dari spesifikasi yang telah ditentukan.

Dari data yang dihimpun di lokasi, pada Kamis (04/06/2020). Dalam pengerjaan tersebut seharusnya papan nama proyek wajib untuk dipasang, agar masyarakat tahu sumber dan besaran anggaran yang digunakan itu berapa dan dari dana apa.

Sementara, disaat awak media menemui sekertaris camat Sempu Andik Basuki menjelaskan, bahwa proyek tersebut tidak ada pemberitahuan kepada kecamatan, “saya kira proyek itu kepunyaan PUPR pak,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui publik proyek normalisasi sungai Setail perbatasan penghubung Dua Desa, Antara Sempu – Tegalarum Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.

Achmad Turmudzi. Selaku Kepala Desa Tegal Arum kepada awak media mengatakan, bahwa Proyek tersebut memang tidak ada pemberitahuan kepada desa. “Namun yang saya kawatirkan Pelaksanaan normalisasi yang terlaksana selama dua hari itu tidak dipertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Sedang apabila yang diselenggarakan oleh pihak dinas itu resmi seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada desa”. Jelasnya.

Baca Juga:  Akses Jalan tembus Klatakan, Butuh Penanggulangan Serius

Turmudzi juga menambahkan, apapun yang akan menjadi dampak terhadap pekerjaan tersebut pihak desa bisa memberikan saran yang terbaik seperti apa. “Sedangkan jika tanpa ada kordinasi terhadap desa, yang saya takutkan ada dampak dari pekerjaan tersebut,” imbuhnya.

Sebelum Mengahiri Konfirmasi Kades mengatakan, “dengan tidak adanya pemberitahuan terhadap pemerintahan desa, dan setelah saya lihat ke lokasi kegiatan, disana saya menemukan hasil kegiatan tersebut kurang memperhatikan tahanan tanah yang ada, bahkan dampak akan terjadi kerusakan di sungai. Sedangkan dampak yang ke Dua kekokohan tiang Penyangga jembatan saat di hantam air akan menjadi rapuh. Kami berharap disitu ada bendungan dan dan kantong pasir, agar aliran sungai tetap baik kedepannya,” ungkapnya.

Selain itu, menurut keterangan dari Masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan. “Normalisasi yang bagaimana ini mas, sedangkan papan anggaran informasi terhadap masyarakatpun tidak ada,” singkatnya penuh tanda tanya.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada pihak pengairan yang bisa di konfirmasi. (Dafid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.