Kejaksaan Negeri Sampang Musnahkan Barang Bukti

0
90

SAMPANG, radar-x.net – Sejumlah Barang Bukti (BB) yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Sampang, bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Barang Bukti dimusnakan dengan cara dibakar. Selasa, 09/06/2020.

Pasalnya, Barang Bukti yang dimusnahkan berupa Narkotika (Narkoba), Senjata Tajam (Sajam) dan Senjata Api (Senpi), namun yang paling menonjol dalam pemusnahan tersebut adalah narkoba.

Turut hadir dan ikut memusnahkan Barang Bukti (BB) tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Kepala Pengadilan Negeri Sampang, Perwakilan dari Polres Sampang dan Dinas Kesehatan Sampang.

Kepala Kejari Sampang Maskur mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah memiliki kekuatan hukum yang tetap, dan penanganan atas perkaranya yang sudah ditetapkan dan diputuskan sejak bulan Januari hingga Juni 2020.

“Dalam pemusnahan Barang Bukti ini paling banyak kasus yang ditangani berupa narkotika jenis sabu-sabu.

Hingga tercatat sebanyak 55 perkara dengan jumlah barang bukti jenis sabu-sabu sebanyak 200,748 gram,” ungkap Maskur saat press release di Kejari Sampang.

Baca Juga:  LSM KPK Nusantara, Datangi Dinas Sosial Sampang

Menurutnya, peredaran narkoba (sabu-sabu) di Kabupaten Sampang sangat perlu diwaspadai, terlebih dalam peredarannya sudah memasuki kalangan remaja yang masih polos. Saya khawatir masa depan generasi bangsa jadi rusak jika peredarannya tidak diberikan perhatian khusus.

“Mari kita bersama sama, berantas peredaran narkoba di Kabupaten Sampang ini,” tegasnya.

Maskur menambahkan, selain Narkotika yang dimusnahkan, beberapa Barang Bukti (BB) lainnya ikut dilenyapkan, seperti Senjata Tajam (Sajam) jenis celurit dan pisau, serta Senjata Api (Senpi). Dari 36 perkara dengan Barang Bukti 10 Pisau dan 10 Clurit dan juga 2 Senjata Api (Senpi).

Apapun bentuk senjata itu, lanjutnya. Kalau menjadi barang yang membahayakan akan melanggar undang-undang. Tentunya akan menjadi barang bukti ketika ada kejadian berbentuk Kriminal.

“Dinilai belakangan ini remaja seakan tak peduli dengan masa depannya, sehingga sangat dibutuhkan peran aktif Masyarakat dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat,” pungkasnya. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.