Dana CSR Desa Tamasaju Dipertanyakan Publik

0
56

TAKALAR, radar-x.net – Dana CSR (Coorporate Social Responsibility) desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, dipertanyakan oleh Publik.

Pasalnya, Dana CSR desa adalah membangun perbaikan kesejahteraan atau penguatan ekonomi sosial Masyarakat di desa. Bisa juga berupa bantuan peralatan kerja bagi sekolompok masyarakat produktif yang selama ini terganjal ketidakadaan peralatan kerja. CSR juga bisa diarahkan pada perbaikan kualitas SDM di tengah Masyarakat.

Ironisnya, yang terjadi di desa Tamasaju dana CSR tambak pasir untuk kalangan warga desa pesisir patut dipertanyakan oleh berbagai kalangan Masyarakat, karena sejak tahun 2018, H Baso Salle mantan kades (kepala desa) yang masih menjabat belum ada titik terang terkait Dana CSR desa Tamasaju hingga memasuki tahun 2020 masih juga simpang siur sehingga mengundang banyak komentar warga. Sabtu 27-06-20.

Menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya melalui media ini mengatakan, bahwa pemerintah desa Tamasaju, yakni Plt Hj Sahriani Dg Sakking meminta agar perlunya transparan terkait dana CSR ganti rugi tambak pasir oleh warga pesisir yang ada di desanya.

“Masyarakat mendapatkan informasi kepastian kejelasan terkait dana CSR supaya tidak timbul pertanyaan ke warga Pesisir desa Tamasaju karena sampai hari ini dana CSR belum jelas besaran nilai rupiah ganti rugi tampak pasir,” ucap warga.

Saat di komfirmasi ke Plt Kades Tamasaju, yakni Hj Sahriani Dg Sakking dirinya sedang tidak ada di kantor. Hingga berita ini tayang belum ada klarifikasi. (Dhani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.