“ADA APA…?” Dari 20 Desa Di Kecamatan Omben, Hanya Tiga Desa Yang Mencairkan BLT-DD

0
225

SAMPANG, radar-x.net – Masa Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, banyak warga yang terdampak dan mengeluh dari keganasan penularan Corona Virus Desease 2019. Tidak hanya kesehatan mereka yang diserangnya, tetapi juga perekonomiannya dibuat terkulai tak berdaya, Mulai dari pebisnis berskala besar dan para kontraktor sampai para petani yang kesehariannya hanya dari hasil menjual telor.

Menanggapi kasus yang mendunia ini, pemerintah tidak segan-segan mengambil kebijakan, melalui beberapa program. Pemerintah berusaha untuk mensejahterakan dan peduli pada rakyatnya yang terdampak musibah (Covid-19) agar mereka bisa menjalani kehidupannya dengan tenang di masa Pandemi.

Dalam kebijakannya, Pemerintah mengumumkan dan memperluas informasinya supaya Masyarakat tau betul bahwa Masyarakat akan dibantu oleh pemerintah melalui Program BLT yang direncanakan tiga tahapan (April, Mei dan Juni).

Mirisnya ada beberapa desa yang sampai bulan Juni ini masih belum mencairkan BLT untuk tahap pertamanya. Selasa, 02/06/2020.

Pasalnya, Sebanyak 182 desa dan 6 Kelurahan yang tersebar di 14 Kecamatan di Kabupaten Sampang, harus mengeluarkan Dana desanya sebanyak 25 s/d 35% untuk Masyarakatnya dalam progran Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) demi membantu Pemerintah dan mensejahterakan Masyarakatnya masing-masing desa.

Tercatat dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang, di Kecamatan Omben hanya 3 desa yang sudah mencairkan BLT-DD. Sedangkan yang lain masih belum ada kepastian.

Dari hasil penelusuran awak media radar-x dilapangan, terhitung banyaknya desa di Kecamatan sebanyak 20 desa, namun sampai saat ini hanya 3 Desa yang sudah mencairkan bantuan tersebut (desa Angsokah, desa Rapa Laok dan desa Temoran). Sedangkan desa yang belum mencairkan BLT-DD ada 17 desa dengan kendala menunggu Buku Tabungan dan Administrasi.

“3 desa sudah mencairkan, dan yang lain masih menunggu informasi dari pihak Bank, karena kami upayakan bantuan ini sampai pada tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Buku Tabungan agar tidak terjadi fitnah,” kata Saiful Arif Kasi PMD Kecamatan Omben.

Saat disinggung kendala dilapangan, Pemuda asal Banyuates ini menjelaskan, yang menjadi kendala kita dibuku tabungan semua mas..!, dan ada dua desa sampai H-1 Lebaran kemarin datanya belum valid, yaitu desa Astapah dan desa Tambak.

“Kami akan pantau terus program ini, agar tidak menimbulkan kekacauan dan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan di Masyarakat bawah. Karena mengingat sampai saat ini (Bulan Juni) ada 17 desa yang belum mencairkan BLT-DD untuk tahap pertamanya,” ucap Saiful.

Sementara KH. Abd. Basid S.Pd.i Kepala desa Napo Laok menuturkan, “ya betul mas…! Ada 17 desa yang belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertamanya, termasuk desa Saya (Desa Napo Laok).” Tuturnya.

“Kami masih menunggu informasi selanjutnya dari pihak yang terkait, karena penyaluran “BLT” bantuan ini akan melalui Buku Tabungan dari Bank BRI.” Tutup Basid. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.