Relawan Covid-19 Dan Aparatur Desa Sukowono Geram Dengan Postingan Salah Satu Pengunan Akun FB Imam IN

0
64

BONDOWOSO, radar-x.net – Bagi pengguna internet diingatkan untuk bijak menggunakan media sosial (Medsos), karena jika salah menggunakan berpotensi berhadapan dengan hukum.

Unggahan di group SRB salah satu akun Facebook bernama Imam IN pada 15/5 Mei 2020, menyebutkan.” Desa Sukowono Pujer Bondowoso BLT Hanya Di Pilih Keluarga dekat kerabat Desa SJ Mohon ditindak lanjuti Sebelum Rakyat Bertindak atau Demo.”

Relawan kampung Covid-19 dan aparatur Desa Sukowono Geram Dengan Adanya Unggahan yang di Unggah Oleh salah satu pengguna Medsos akun FB, yang bernama Imam IN.

Dengan unggahan Imam IN di Salah Satu Group FB SRB juga unggahan dengan Status” Sukowono Pujer BLT Hanya di bagikan Keluarga Dekat kerabat saja”

Unggahan Pemilik Akun Imam In di salah satu group Di FB langsung ditanggapin oleh salah satu Netizen pemilik Akun FB Hen’s Dinasyah” yg posting di atas akun palsu alis abal Abal kalo berani bsok saya tunggu di balai desa Klarifikasi.

Salah satau Relawan Covid -19 Desa Sukowono Kec Pujer kab Bondowoso, saat di konfirmasi, meminta agar pemilik Akun Imam IN, agar bisa menunjukkan Data dan bisa klarifikasi ke balai Desa, dengan uanggahan yang di unggah oleh salah satu pengguna akun FB bernama Imam IN agar secepatnya minta maaf secara medsos.

” Pemilik akun FB Imam IN klo punya niatan baik maka kami atas nama relawan Covid-19, Desa Sukowono segera minta maaf klo gak maka kami atas nama relawan Covid-19 Akan menempuh jalur Hukum yang berlaku di Wilayah Hukum Bondowoso. Tegasnya

Nusul Bahri Selaku Ketua DPD SAPUJAGAD Bondowowo saat diminta tanggapannya, mengatakan pelanggaran UU ITE seperti kasus diatas, sudah jelas tertuang pada Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pemilik akun Imam IN ini sudah jelas dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik di medsos dapat diancam pidana,” ungkap Nusul Bahri Ketua DPD SAPUJAGAD Bondowoso

Sementara itu Ketua DDP SAPUJAGAD juga mengatakan, mengenai sanksinya diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016

“Bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” kata Nusul Bahri mengakhiri penjelasannya.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.