Heriyanto Kades Glundengan Usir Wartawan Saat Dikonfirmasi Terkait Dugaan Kontraktualkan Dana Desanya

1
315

JEMBER, radar-x.net – Pemerintah pusat melalui program Nawa Cita telah menggelontor Dana Desa mulai tahun 2015. Hal tersebut adalah merupakan implementasi dari UU Desa No.6 Tahun 2014 Bahwa UU Desa merupakan ujung tombak pemerintah dalam pembangunan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Oleh karna itu pelaksanaan proyek Dana Desa itu wajib dilaksanakan dengan “Swakelola” tidak boleh dikontraktualkan pada pemborong, karna dana desa merupakan unsur benefit (kemanfaatan) bagi masyarakat, bukan obyek untuk mencari keuntungan bagi kepala desa dengan kontraktor.

Sangatlah tidak adil bila tidak adanya tindakan tegas dari pihak aparatur hukum pidana korupsi terhadap KADES yang diduga setiap tahunnya selalu mengkontraktualkan proyek dana desanya ke Pemborong. Apalagi orientasinya pada fee proyek yang dibesar besarkan, sehingga nantinya kwalitas proyek desanya yang akan dikorbankan. Oleh karna itu, apabila ada masyarakat mengetahui, mendengar atau melihat langsung Oknum Kades yang demikian itu, Segera Laporkan Saja ke pihak yang terkait/polisi.!

Seperti pelaksanaan proyek desa Glundengan yang disampaikan oleh beberapa pekerja/kuli proyek desa itu pada awak media ada (rekaman vedio) yang telah memberitahu media dan menyuruh awak media, menemui pemborong proyek itu langsung, dengan menyebutkan nama “P NYOTO” Pemborong asal Tembokrejo.

Baca Juga:  Muarif: Sedikit Atau Banyaknya Bantuan Sosial Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

Ditambahkan oleh N Herman K. Anggota Lsm Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Nasional(FKPMN) pada radar-x mengatakan bahwa, memang sudah bukan rahasia umum lagi, bila proyek Desa Glundengan Kec Wuluhan Jember dikontraktualkan oleh “HERIYANTO” Kades Glundengan. Kuat Indikasinya ada kesepakatan besaran fee nya sesuai dengan nilai anggaran proyek itu.

“Coba sampeyan lihat di papan nama proyek tersebut.
Kegiatan: Pembangunan Drainase. Lokasi: Rt.14. Rw.05 Dusun Tanjungsari. volume:2x(0,3x(1,3+0,4)x285 M.
Sumberdana: DD(DANA DESA) BIAYA Rp.303.895.000.00.- kalau 20-25% fee dari proyek dana desa Glundengan, lalu berapa jumlah yang diduga didapat oleh Kades Glundengan.?,” kata Herman.

Oleh karna metode yang diterapkan oleh Kades Glundengan ini adanya indikasi yang mengarah pada korupsi. “Saya sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat akan menindaklanjuti dengan melaporkannya kasus dugaan adanya jual beli anggaran proyek desa (kontraktual) ke Polres Jember agar persoalan ini ditindak lanjuti prosesnya,” ungkap Herman.

Sementara, hasil konfirmasi awak media radar-x dengan Heriyanto, Kepala Desa Glundengan dikantornya Senin 11-05-2020, sekitar pukul 10.00 WIB mengatakan, kalau apa yang dikonfirmasi media dijawab “TIDAK PERLU” TIDAK PERLU” TIDAK PERLU”.

Baca Juga:  Bupati : Tidak Ada Niatan Mengecilkan Pihak-Pihak Lain Terkait Olahraga

Ironisnya, dengan nada emosi Heriyanto sempat mengusir awak media agar keluar dari kantor Desa Glundengan (bukti rekam vedio).

Menyikapi perlakuan Kades Glundengan tersebut, awak media radar-x Jember mendatangi kantor kecamatan Wuluhan untuk mengkonfirmasikan hal tersebut ke Mahmud Rizal Camat Wuluhan. Sayangnya, Camat sedang tidak berada di kantor. (Tif)

1 KOMENTAR

  1. Tapi bagus kok hasil proyeknya.gak ada masalah.kl masalah karna dikontraktorkan itu urusan lain.rakyat seperti saya mah seneng2 saja.karna sudah lebih dari 10 tahun irigasi itu ditutup. Selama itu pula kl hujan rumah saya kebanjiran. tapi gak ada wartawan / lsm yg mempermasalahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.