Fajar Perubahan Di Bumi Wiralodra

0
89

INDRAMAYU, radar-x.net – Pemilihan langsung kepala daerah yang alih-alih melahirkan pemimpin berintegritas, berkebalikan dengan realitas yang terjadi di Bumi Wiralodra tercinta ini. Sejak era reformasi kita sudah empat kali periode kepemimpinan, menariknya suksesi kepemimpinan di Kota Mangga ini selalu didominasi oleh elit tertentu dan suguhan praktek koruptif yang selalu berulang oleh elit pemimpin “Wong Reang”.

Miris disaat yang bersamaan, masyarakat alit sedang berjuang keluar dari kemiskinan, sementara elit mereka sibuk mempertahankan politik dinasti dan Praktek Koruptif, kondisi ini menimbulkan sikap apatis dari masyarakat khususnya generasi milenial Indramayu, sikap ini tidak sepenuhnya disalahkan, Politik monoton, suksesi kepemimpinan yang berakhir pada lingkaran yang sama, perilaku korup elit, kemiskinan dan pengangguran yang masih banyak menjadi alasan kuat sikap apatis masyarakat.

GEMUYU (Generasi Muda Indramayu) sebagai bagian milenial aset potensial harus berani bangkit berjuang untuk kemajuan daerah. Sumbatan demokrasi yang selama ini terjadi disadari betul menjadi tantangan generasi milenial untuk berkarya melakukan inovasi dan kreatifitas, termasuk dalam dunia sosial politik, persoalan selanjutnya adalah sejauh mana GEMUYU ini diberikan porsi dan kepercayaan oleh pempimpin kita?

Baca Juga:  SEWO Terpilih Menjadi Ketua KTNA Kecamatan Sukra Periode 2019-2024

Apatisme yang dialami GEMUYU sesungguhnya terjadi karena mereka hanya dijadikan “Alat” kepentingan sesaat pada momentum kontestasi Pilkada. Gaung Milenial, Peduli Generasi Muda, hanya jargon politik untuk menarik simpati milenial untuk memilih, setelahnya dan yang sudah sering kali terjadi, nasib mereka tidak semanis jargon politik yang dijanjikan.

Pada saat yang bersamaan generasi milenial yang sesungguhnya sangat peduli terhadap kemajuan daerahnya justru dipertontonkan oleh perilaku koruptif elit pemimpinnya.

Salah satu tokoh GEMUYU, Ade Ghozaly menjelaskan kondisi Indramayu jika tidak mau dikatakan sedang dalam mobokrasi demokrasi harus keluar dari lubang jarum politik monoton dan koruptif. Satu-satunya cara adalah memunculkan figur baru, tokoh milenial yang tidak hanya jargon namun betul-betul mengerti kondisi dan Aspirasi mereka.

“Figur baru dan tokoh milenial ini satu-satunya cara sebagai alternatif pilihan calon pemimpin Indramayu kedepan yang berintegritas dan terbebas dari beban masa lalu. Jika yang muncul “Wajah Lama” atau yang terkait dengan dinasti lama, bukan tidak mungkin masyarakat kian apatis terhadap Pilkada Indramayu tahun ini dan ini akan sulit melahirkan pemimpin berintegritas”. Ungkapnya.

Baca Juga:  TNI-POLRI Netral dan Siap Menjadi Penjaga Suksesnya Pemilu 2019 Aman dan Damai

Selain itu, lanjut Ade Ghozaly Pilkada ini diharapkan menjadi momentum emas masyakarat khususnya bagi GEMUYU (Generasi Muda Indramayu) untuk lebih cerdas memilah dan memilih Calon Pemimpin agar kita tidak jatuh pada persoalan buruk yang berulang seperti budaya praktek koruptif elit, untuk itu pada Pilkada ini diharapkan semakin banyaknya muncul figur baru, muda dan berintegritas untuk berani tampil mencalonkan diri, munculnya generasi muda yang siap dan berani melakukan terobosan kreatif untuk perubahan, mampu melakukan sinergi dengan semua lapisan masyarakat diyakini akan menjadikan Indramayu lebih maju dan sejahtera.

“Untuk itu, GEMUYU (Generasi Muda Indramayu) mengapresiasi niatan Wawan Purwandi yang akrab disapa Kang Wawan untuk maju sebagai Calon Bupati Indramayu. Gemuyu menilai sosok Kang Wawan yang Milenial, Bersih, Berintegritas, Merakyat, Peduli dan Religius mampu menjadi obat penawar bagi masyarakat khususnya generasi muda Indramayu akan pemimpin yang inovatif dan amanah sekaligus membawa arah perubahan Indramayu yang lebih maju dan sejahtera.” Pungkasnya. (Idi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.