Masyarakat Sokobanah Daya Menuntut Kejari Sampang Serius Dalam Menangani Kasus Dana Desa

9

SAMPANG, radar-x.net – Masyarakat desa Sokobanah Daya kecamatan Sokobanah kabupaten Sampang bersama LSM MDW (Madura Development Watch) dan ORMAS IMS (Ikatan Masyarakat Sokobanah Daya) menggelar orasi sambil menyampaikan tuntutannya di Jl. Raya Wahid Hasyim menuju halaman kantor Kejaksaan Negeri Sampang kabupaten Sampang. Senin, 24/2/2020.

Aksi tersebut dilakukan supaya Kejari Sampang tegas dalam melaksanakan kewajibannya, dimana selama ini Kejari Sampang terkesan tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi dana desa yang terjadi di desa Sokobanah Daya yang telah ditanganinya sejak Maret tahun lalu.

Pasalnya, Masyarakat Sokobanah Daya telah melakukan laporan tentang kasus dana desa yang diduga telah dikorupsi pada Maret 2019, dimana korupsi itu diantaranya pembangunan saluran irigasi yang anggarannya mencapai Rp. 589.246.000,- pada tahun 2018, tepatnya di dusun Lebak desa Sokobanah Daya kecamatan Sokobanah kabupaten Sampang Jawa Timur.

Orator aksi Siti Farida dalam orasinya menyampaikan, bahwa proses penanganan kasus tersebut diduga terkesan tidak serius. Padahal, sudah beberapa orang saksi telah dipanggil oleh pihak Kejari Sampang untuk dimintai keterangan tentang kasus korupsi dana desa tersebut, tidak hanya itu kejari telah mendatangkan beberapa tim ahli.

“Sejak kasus korupsi dana desa itu dilaporkan, sampai saat ini telah terhitung hampir satu tahun, dan itupun waktunya sudah cukup untuk menetapkan tersangkanya. Dan Kami atas nama masyarakat sokobanah daya telah menduga bahwa terindikasi kuat ada pengondisian didalam intitusi Kejaksaan,” kesalnya.

Masyarakat sokobanah daya telah menduga bahwa, pihak Kejaksaan ada ketidak seriusan dalam menangani kasus tersebut, dikarenakan kasus tersebut sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan, termasuk hasil investigasi yang digelar oleh tim ahli.

Dalam menyikapi adanya peristiwa tersebut, masyarakat meminta agar Kejari sampang segera menetapkan tersangkanya, dan masyarakat berharap supaya Tim ahli bersifat independen dan profesional serta tidak berpihak dari siapapun.

Sementara Kepala Kejari Sampang Maskur mengatakan, pihaknya telah bekerja dan menangani kasus tersebut tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Dan telah memproses kasua tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku dan bekerja dengan serius dan transparan.

“Sekali lagi Kami tegaskan bahwa tim kami tidak main-main dalam menangani kasus ini. Kami memang sudah lama menangani kasus ini, namun kami masih harus mengumpulkan beberapa alat bukti dan kami pun tidak akan bertindak gegabah dalam kasus ini, selain itu kami juga menunggu hasil investigasi dari tim ahli. Secepatnya hasilnya akan kami umumkan,” jelasnya. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.