Kuasa Hukum Termohon Keberatan Terhadap Upaya Eksekusi Pemohon Kasasi

BULUKUMBA, radar-x.net – Tergugat II atas nama Saidah Binti Lai dalam Perkara No. 1040K/Pdt.G/2014, kembali menerima surat pemberitahuan akan dilaksanakannya eksekusi atas perumahan yang digugat oleh Hj. Patimah dkk.

Surat tersebut diantar oleh Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Bulukumba. Setelah Tergugat II menerima surat tersebut, langsung menghubungi Konsultan Hukumnya, selaku orang yang sudah memiliki wewenang penuh dalam hal pengurusan perkaranya, berdasarkan penunjukan yang sah, melalui Surat Kuasa Khusus No. 002/LBH-PHH/I/2020, tertanggal 21 Januari 2020 dan telah diregister di Pengadilan Negeri Bulukumba pada tanggal 23 Januari 2020.

Tergugat II adalah pemilik tanah yang luasnya 0,73 ha, yang mana tanah tersebut adalah warisan dari nenek moyangnya. Dalam perkara tersebut, tergugat menang pada dua tahap peradilan, yaitu di Penhadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Namun selang beberapa bulan, Tergugat menerima copian putusan dari MA, yang menyatakan Pengggugat/Pembanding/Pemohon kasasi menang atas perkara tersebut.

Hal yang menakjubkan disini, karena sampai hari ini, Tergugat belum mendapatkan Salinan Asli dari putusan tersebut. Kuasa Hukum Tergugat II, menghadap di ke Panitera PN Bulukumba, untuk meminta salinan Asli putusan tersebut, namun beralasan karena sibuk dan hari senin baru diberikan.

“Ada banyak hal yang terasa mengganjal dalam putusan tersebut, tetapi kita harus profesional dalam menjalankan proses hukum. Perintah eksekusi sudah keluar dan kita harus sadar, bahwa tidak ada yang bisa menghalangi putusan pengadilan, karena sudah berkekuatan hukun tetap. Namun putusan ini perlu disikapi dengan baik, karena obyek yang digugat berada dalam wilayah Dusun Batulohe, Desa Bontomarannu, sementara yang akan dieksekusi berada di Dusun Pattiroang Desa Bontorannu, kan lucu @Error in Objek,” ujar Aslan.

Harusnya, lanjutnya. Hakim Agung bijak dalam mencermati bukti formil, agar tidak mengarah kepada konflik. Andai saja putusan itu benar dari Mahkamah Agung. Atas nama Kuasa Hukum Tergugat II, Saya menegaskan bahwa disini diduga adanya permainan mata, yang tentunya jika Kami dapat buktikan, tentu akan ada pihak yang menjadi korban.

“Satu hal lagi, kenapa surat pemberitahuan masih ditujukan kepada Klient Kami, padahal Pengadilan sudah register surat kuasa Khusus, untuk Pengajuan PKnya. Sementara pada kop surat tersebut tertera alamat lengkap beserta No Tlp Saya selaku kuasa hukumnya. Lucu kayanya ini masalah.” Kata M. Aslam Fadli sewaktu wawancaranya dengan media radar-x.

“Insya Allah, Kami akan konsultasi dengan rekan-rekan Kepolisian di Resort Bulukumba, dan menjelaskan bahwa obyek yang dimenangkan berada di Batulohe, sehingga upaya eksekusi di Dusun Pattiroang, tidak terjadi. Karena tentu bertentangan antara putusan dengan obyek. Dan Kami juga sedang mengajukan upaya PK, dan sedang berkonsultasi dengan Komisi Yudisial dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung.” Pungkas Aslan. (Fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.