Penyidik Reskrim Polres Konawe Datangi TKP Kasus Perampasan Tanah

0
71

KONAWE, radar-x.net – Kanit I Reskrimun Polres Konawe, Sulawesi Tenggara turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebagai tindak lanjut pengaduan Masyarakat Desa Tani Indah, Kecamatan Bodoala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kejadian tersebut diadukan di mapolres Konawe pada 30 November 2019. Pada hari itu ada 3 (Tiga) orang korban perampasan atas hak milik berupa sebidang tanah Empang/Tambak yang dilakukan oleh PT. Virtue Dragon Nickel Industry. Ketiganya mendatangi Mapolres Konawe untuk mengadukan kejadian tersebut, yang masing-masing adalah 1. Matata mewakili Istrinya selaku pemilik sah dalam Sertifikat HM, 2. Basri yang mewakili Istrinya Jusniati sebagai pemilik yang sah berdasarkan Sertifikat HM, dan yang ke 3. WHy, yang nama lengkapnya enggan disebut dalam pemberitaan ini.

Kemudian belum ada respon dari kepolisian Resort Konawe, bahkan hasil konfirmasi Kuasa Hukum Korban bersama pihak Kepolisian, laporan tersebut belum memiliki SPDP dari Kanit & Kasat.

Hal itu disampaikan oleh rekan kepolisian sewaktu mendatangi Mapolres Konawe dengan tujuan melakukan pendampingan atas laporan perampasan atas hak korban, dengan cara serta pelaku yang sama, yaitu PT. VDNI kembali membentang kabel jaringan SUTET diatas Rumah Tinggal dan Rumah Kost Korban.

Baca Juga:  Pelaku Penganiayaan Terhadap Lurah Penataban Berhasil Diamankan Polres Banyuwangi

Setelah beberapa hari Laporan masuk, Kuasa Hukum para korban mendapat telfon dari Penyidik yang menangani Laporan tersebut, bahwa timnya mau turun lapangan, tetapi ketika kedatangan penyidik ditunggu, PH Korban langsung ditelfon lagi oleh penyidik, bahwa berhubung ada kegiatan lain, sehingga dibatalkan kedatangannya di TKP.

“Tidak lama ada lagi hubungan dari penyidik bahwa akan datang ke TKP yang kemudian ditangguhkan lagi. Entah apa yang membuat rekan-rekan penyidik seolah berat menindaklanjuti kasus tersebut,” kata PH Korban sewaktu memberikan keterangan dihadapan awak Media RADAR-X.

“Jujur Saya kecewa atas ulah rekan-rekan penegak hukum, karena kejadian seperti ini, bukan baru pertama kali, tetapi hal yang berulang-ulang, yang berkuasa bukan Hukum tetapi sistem yang ada dalam perusahaan Raksasa tersebut. Hampir semua Penegak Hukum tunduk dan patuh atas keinginannya. Sehingga karena semakin tidak adanya kejelasan mengenai laporan klient Saya, sehingga kejadian ini Saya laporkan ke Kabid Propam Polda Sulawesi Tenggara, yang kemudian Saya tembuskan ke Kapolri, Presiden, Komnas HAM RI, Ombusdman RI, Kompolnas RI, Bareskrim Polri dan Direskrimum polda Sultra,” terangnya.

Baca Juga:  Di Hari Kartini Ketua TP PKK Sukaresik Bagikan Sembako Kepada Lansia dan Anak Yatim Piatu

“Tapi Alhamdulillah, hari ini Rekan-rekan Penyidik dari Resort Konawe, turun ke TKP yang dipimpin langsung oleh Kanit 1 Reskrimum Polres Konawe, untuk melihat langsung TKP guna untuk menindaklanjuti laporan Kami. Mudah-mudahan rekan-rekan membuka hati, bekerja Profesional setta menjunjung tinggi asas-asas hukum serta hak asasi manusia.” Demikian penyampaian Kuasa Hukum Pemilik lahan yang berinisial, M. Aslam Fadli, S.H.I, sewaktu kami melakukan wawancara. (Fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.