Warga Tenggir, Minta Aparat Kepolisian Usut Tuntas Dugaan Pengrusakan Lahan

JEMBER, radar-x.net – Muhammad Muhaimin (29), warga Dusun Tenggir Barat, Desa/Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, meminta aparat kepolisian setempat menuntaskan kasus dugaan pengrusakan lahan.

Pasalnya, Pengrusakan itu diduga dilakukan Asmar (60) warga setempat bersama kawan-kawannya pada 3 Desember 2019 lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Asman diduga membabat pepohonan yang ada di lahan milik Muhammad Muhaimin itu. Selain itu, tempat penelitian padi hidroponik yang ada di lahan itu pun ikut rusak.

“Ada pohon Sapen, kayu kas, dan pohon Randu. Semua rusak, padahal tanah resmi milik bapak saya,” kata Muhammad Muhaimin menceritakan aksi pengrusakan itu pada media ini.

Kepemilikan tanah itu, kata Muhammad Muhaimin, dia tidak hanya sekedar main klaim. Dia mengaku memiliki bukti kuat berupa akta jual beli tanah itu. Yakni Akta Jual Beli No: 235/Jelbuk/2019 yang ditandatangani kepala desa dan camat.

“Anehnya, tiba-tiba muncul Akta baru yang mengatasnamakan tanah milik orang tua saya. Dengan Akta baru yang sebelumnya saya tidak ketahui,” terang Muhaimin.

Untuk itu, dia meminta Polres Jember mengusut tuntas apa yang dilakukan Asmar dan kawan-kawannya itu. Terlebih, saat ini Polres Jember sudah memiliki Kapolres baru yang diharapkan bisa menuntaskan kasus tersebut.

“Maka dari, itu pengerusakan kejadian ini, ke Polres Jember kami harap, Kapolres yang baru bisa menjadikan kasus ini sebagai atensi kasus, kami harap ini bisa dituntaskan sampai ke akar-akarnya,” ucapnya.

Aksi pengrusakan itu, telah dilaporkan Muhammad Muhaimin ke Polres Jember pada 03 Desember 2019 dengan Laporan Polisi Nomor : LP/879/XII/2019/JATIM/RES JEMBER tertanggal 03 Desember 2019.

Dari aksi pengrusakan itu, pelapor mengalami kerugian materi senilai 28 juta, termasuk pemotongan kayu dan tempat penelitian. (Ipunk/Bayu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.