“SEGEL” Bangunan Tak Berizin Marak Di Wilayah Cakung Sengaja Disebar

JAKARTA TIMUR, radar-x.net – Maraknya “SEGEL” untuk bangunan liar tak berizin ditemukan di wilayah kecamatan Cakung Jakarta Timur, hal itu kuat dugaan sengaja disebar.

Pasalnya, bentuk kamuflase untuk siap koordinasi suap menyuap ‘under table’ antar oknum cipta karya dan tata ruang bersama pemilik bangunan NON IMB, sehingga meski SEGEL tapi kegiatan terus berlangsung dengan aman.

Menurut pemilik bernama Wahyu domisili Slipi saat dikonfirmasi via telepon menyebutkan, bahwa nama staff kecamatan Citata yaitu Ade kelana dan Wiwid juga pembackup lapangannya Suryadi.

Berdasarkan temuan Tim investigasi LSM KPK Nusantara, di Jl. Rawa Kuning No 51, kecamatan Cakung, Jakarta timur, pada Senin 02 Desember 2019, pukul 13.00 WIB siang hari, posisi samping Indomaret Rawa Kuning.

Mandor yang dipanggil ‘Pakde’ saat ditemui Tim investigator YH, NR, ZR, RM, mandor tersebut mengatakan, menurutnya tidak masalah dan kerjakan saja, karena sudah koordinasi dengan oknum Citata tanpa membuat izin terlebih dahulu. Disitu terdapat bangunan toko berjumlah 6 unit yang sudah di segel tanpa IMB, tapi pembangunannya tetap berjalan.

YH menyatakan, padahal menurut rujukan Perda No 7 Tahun 2010 & Pergub No 128 Thn 2012, Juncto 1 Tahun 2014, segala bentuk kegiatan baik berupa renovasi kecil, besar, perbaikan, penambahan lantai, maupun pembangunan baru juga perubahan tampak hrs dimulai dengan izin terlebih dahulu.

“Maka kami akan laporkan oknum tersebut ke badan kepegawaian untuk langsung melihat kinerja mereka yang tidak dilaksanakan. Dan seringnya kami datang ke ruangan CITATA kecamatan Cakung selalu kosong, mereka sengaja menghindari wartawan dan LSM, dan bermain bertemu pemilik di luar dengan perjanjian terlebih dahulu,” kata YH.

“Sementara, SP (Srt Panggilan) yang memancing para pemilik akhirnya datang menemui oknum tersebut. Kami sampaikan surat lembaga dan berita media kami sampai ke gubernur, DPRD, dan kepala dinas Heru, beserta Kasudin CITATA Jakarta Timur Widodo, agar segera menindak bangunan tersebut. Lalu soundingkan bilamana ada rekomtek ke satpolPP dimana mereka juga Non Aktif bekerja. Karena membiarkan bangunan bermasalah berjalan. Bila TDK, maka sudah ada permainan jatah setor diantara jaringan link tersebut,” terang YH.

Sinergitas lembaga KPK Nusantara dengan radar-x.net yang selalu eksis di lapangan bersama Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia, juga Perwakilan DPW DKI Perisai Berkarya, juga media Publikasi news, harian sederhana, dan Sentana, siap berkolaborasi untuk membawa surat tersebut hingga dilaksanakan pembongkaran KPD bangunan tersebut. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.