6 Terduga Teroris Diciduk Di NTB, Ini Komentar Kapolda

0
54

MATARAM, radar-x.net – Terkait dengan penangkapan terhadap terduga teroris di Pulau Sumbawa oleh Densus 88/AT pada Sabtu 30 November 2019, memang benar penindakan tersebut terjadi di wilayah hukum Polda NTB.

“Penindakan tersebut merupakan kewenangan Densus 88/AT Mabes Polri dengan di back-up Polda NTB. Ada 6 (enam) orang yang diduga melakukan tindak pidana terorisme dengan inisial MZ, OWR, AG, AS, IF, RN. Saat ini masih dalam pengembangan,” ujar kapolda NTB Irjen. Pol Nana Sudjana, AS., MM, ke sejumlah awak media, Selasa (3/12).

Nana Sudjana menjelaskan, bahwa kita mengetahui bersama bahwa masih ada individu atau kelompok yang terpapar oleh paham-paham dengan memanipulasi agama yang menentang Pemerintah Republik Indonesia dan juga tidak sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 maupun peraturan perundang-undang lainnya. Sehingga kita harus memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Densus 88/AT Mabes Polri merupakan tindakan yang berdasarkan peraturan Undang-undang.

kapolda NTB Irjen. Pol Nana Sudjana, AS., MM.

Oleh karena itu, lanjut Nana, untuk menegakkan hukum terhadap kejahatan yang serius, yang dapat membahayakan ideologi negara, keamanan negara, kedaulatan negara, nilai-nilai kemanusiaan serta berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. sehingga pemberantasannya memang perlu dilakukan secara khusus, terencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan.

Baca Juga:  "PARI" Berkomitmen Lahirkan ADVOKAT Profesional

“Mari kita beri kesempatan Tim Densus 88/AT Mabes Polri untuk bekerja di wilayah NTB. Di Samping itu dengan mencermati perkembangan saat ini, jajaran Polda NTB tetap melaksanakan Program Prioritas Nasional yaitu Quick Wins Polri dalam upaya deradikalisasi maupun kontra radikalisme,” terang Nana.

Selain itu, tambah Nana, juga ada kerja sama dengan Pemda, TNI dan BNPT tetap kita perkuat. Kapolda mengharapkan baik tokoh-tokoh agama, masyarakat maupun komponen lainnya dapat berperan agar meningkatkan ‘kekebalan’ terhadap paham-paham yang sering memanipulasi agama. Dan tidak satupun agama yang mentolerir aksi-aksi kekerasan dan teror.

“Kita tetap waspada dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap aksi-aksi teror yang diarahkan kepada anggota, markas komando atau asrama Polri. Alhamdulillah situasi dan kondisi saat ini relatif kondusif. Aktivitas berjalan normal seperti biasanya, mari kita terus membangun NTB dalam situasi yang aman dan tentram,” harap jendral Bintang dua tersebut.

“Terimakasih atas dukungan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Negara akan terus hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban,” tutup Nana (Zi/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.