Tenaga Pendidik Yayasan Bisa Ikut Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Berikut Penjelasannya

0
6

BONDOWOSO, radar-x.net – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bondowoso, terus menggarap sebanyak mungkin kepesertaan program perlindungan tenaga kerja sektor formal. Salah satunya yang menggeluti profesi guru, yakni (Ustad/Ustadzah) di Yayasan Pendidikan.

“Lembaga atau yayasan pendidikan juga wajib mengikutsertakan pekerjanya. Yakni, tenaga pendidiknya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Tidak hanya Ustad/Ustadzah, tapi juga tenaga administrasi ’’ kata Muhammad Hidayat, selaku Ketua Forum Pendidikan Diniyah dan Al-Qur’an (FPDQ) Jawa Timur. Kamis (7/11/2019) malam, di Masjid Al-Mustaqimy Desa Sumbersari.

Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan ini menguntungkan, seluruh tenaga pendidik mendapat jaminan resiko kerja, sedangkan kewajiban yang harus dikeluarkan pun sangat murah. Hanya cukup membayar Rp. 10000,- rupiah/bln. Dibandingkan dengan biaya rokok, premi BPJS Ketenagakerjaan jauh lebih murah.

“Perlindungan ini diberikan untuk mengurangi rasa kawatir kepada seluruh pekerja khususnya tenaga pendidik yang ada dilingkup Yayasan Pendidikan. Dengan begitu, para Ustad/Ustadzah yang ada di Yayasan akan lebih produktif.”Jelas Hidayat yang juga Ketua DPC Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Bondowoso.

“Alhamdulillah, yang mendaftarkan diri ada sejumlah 52 Pendidik. Hal ini merupakan bentuk antusias para tenaga pendidik yang ada di lingkup Yayasan Pendidikan.” Imbuh Hidayat.

Sementara, Sasongko Adji selaku Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bondowoso mengatakan, pentingnya para tenaga pendidik atau yang biasa disebut Ustad/Ustadzah dan ketua yayasan untuk dapat dilindungi dalam bekerja melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Kami mengharapkan para tenaga pendidik (Ustad/Ustadzah) atau ketua Yayasan mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Baik jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) maupun jaminan hari tua (JHT),” ujar Sasongko

Dikatakannya, BPJS Ketenagakerjaan tidak mengenal jeda pencairan. “Semisal si B, hari ini ikut BPJS Ketenagakerjaan, dan besoknya mengalami kecelakaan maka klaim bisa langsung diajukan,’’ jelasnya.

Proses pencairan, Lanjut Sasongko, tidak perlu waktu lama, jika persyaratan klaim sudah lengkap. Termasuk jaminan kematian, langsung diberikan jika yang bersangkutan adalah peserta BPJS. Bahkan, dia menyebut korban bunuh diri pun akan mendapatkan jaminan kematian.

“Jaminan kematian tidak dilihat sebabnya. Yang pasti, dia anggota BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris bisa langsung mengajukan klaim,’’ katanya

Kepesertaan tenaga pendidik yang berada dibawah naungan Yayasan pendidikan, khususnya di Lembaga Madrasah Diniyah (MD), taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pesantren merupakan yang pertama kali disosialisasikan. “Ini bentuk perhatian kami untuk melindungi para tenaga pendidik yang mana hal itu sangat membantu dalam bidang Jaminan Sosial.” Lanjut Sasongko.

BPJS Ketenagakerjaan Bondowoso, menargetkan bisa menjaring semua tenaga pendidik yang ada di Yayasan Pendidikan di wilayah Bondowoso demi memberikan Jaminan Sosial bagi tenaga kerja. (Abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.