Relokasi Rumah Korban Tanah Longsor Desa Sukawangi Sepi Penghuni

0
5
Foto: relokasi rumah korban tanah longsor desa sukawangi Bogor.

BOGOR, radar-x.net – Bangunan rumah relokasi warga korban tanah longsor di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, sebanyak 77 unit yang di bangun pada 2017 tepatnya di Kp Barak sepi penghuni. Hal ini dikarenakan lokasinya jauh dari tempat matapencaharian mereka.

Pasalnya, dari 77 unit rumah tersebut yang dihuni hanya 4 rumah, dengan alasan lain warga tidak menempati relokasi rumah tersebut, karena listrik belum terpasang, sarana air bersih kurang dan belum memegang surat tanah sebagai bukti kepemilikan.

Menurut keterangan Kepala Desa Sukawangi Herdro, bahwa sulit memilih lokasi tanah yang benar-benar aman dari bencana longsor di Desa Sukawangi. Setelah melalui beberapa tahapan penelitian maka direkomendasikan oleh Badan Geologi Propinsi Jawa Barat yaitu di Kampung Barak sebagai pilihannya, memang lokasi tersebut jauh dari tempat mata pencaharian warga yang direlokasi sehingga mereka enggan menempati rumah tersebut.

“Pemilihan lahan relokasi itu bukan kemauan pemerintah desa, tetapi atas dasar rekomendasi dari Badan Geologi Jawa Barat yang sudah melakukan penelitian di beberapa lokasi untuk relokasi warga korban tanah longsor di Desa Sukawangi akhirnya direkomendasikan di Kp.Barak Desa Sukawangi”, kata Hendro pada awak media radar-x.net Sabtu (23/11/2019).

Terkait masalah surat tanah kepemilikan, Hendro menambahkan bahwa saat ini masih diproses di PPAT Camat Sukamakmur karena bantuan tersebut adalah hibah dari BPBD Kabupaten Bogor, maka surat jual belinya masih menunggu surat keterangan hibah, dan pihak pemerintah desa akan mendesak Camat Sukamakmur agar segera menerbitkan akte kepemilikan tanah tersebut.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak kecamatan Sukamakmur agar segera menyelesaikan akte tanah kepemilikan atas nama warga penerima bantuan korban tanah longsor di desa Sukawangi”, terangnya.

Foto: tim investigasi LSM KPK nusantara bogor di Kantor Desa Sukawangi Bogor.

Menurut Ketua DPC LSM KPK Nusantara Bogor, Soklar menegaskan bahwa, bantuan pemerintah akan sia-sia jika warga tidak mau menempati rumah relokasi tersebut, total dana yang diterima warga korban tanah longsor di desa Sukawangi sebesar Rp.3,85 milyar untuk 77 KK masing-masing menerima Rp 50 juta per KK, jadi sangat disesalkan jika warga penerima bantuan tidak memanfaatkan, tentunya pihak pemerintah desa dan kecamatan harus mengambil sikap dan memberikan solusi buat warga yang direlokasi, kalau semua diam pasti rumah tersebut akan hancur karena tidak dihuni.

“Dana bantuan Rp.3,85 milyar dari BPBD Bogor akan sia-sia jika warga yang direlokasi tidak mau menghuni rumah relokasi tersebut, pemerintah desa dan kecamatan harus mengambil sikap dan memberikan solusi kepada warga penerima bantuan, karena kalau semua diam ya pasti bangunan rumah relokasi akan hancur karena tidak dihuni,” kata Soklar.

Menurut penjelasan salah satu warga penerima bantuan korban tanah longsor di desa Sukawangi mengatakan, bahwa dia tidak mau menempati rumah relokasi karena lokasi jauh dari tempat mata pencaharian sehari-hari, disamping itu sarana listrik dan air juga belum ada, surat tanah sebagai bukti kepemilikan belum jelas kapan selesainya.

“Saya tidak mau menempati rumah relokasi, karena tidak ada listrik dan air juga sulit, apalagi surat tanah juga belum beres-beres dari dulu jadi pegangan saya apa tinggal dirumah itu”, kata salah satu warga yang tidak mau disebut identitasnya pada awak media radar-x.net.

Sementara itu Kepala Desa Sukawangi Hendro akan segera mengambil sikap dan memanggil warga penerima bantuan relokasi rumah tersebut untuk musyawarah sehingga semua pihak tidak ada yang dirugikan baik pemerintah maupun masyarakat.

“Rencana dalam waktu dekat saya akan memanggil warga yang menerima bantuan korban tanah longsor terkait bangunan relokasi rumah agar semua pihak tidak dirugikan baik pemerintah maupun warga masyarakat”. pungkasnya.
(Nandang/Usup)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.