Merasa Dibohongi, Warga Desa Gunung Maddah Keluhkan Program PKH

0
9

SAMPANG, radar-x.net – Pasca dilakukannya audiensi beberapa hari yang lalu, oleh LSM LASKAR TRUNOJOYO melalui bidang kordinator lapangan investigasi Ahmadin dalam bentuk pendampingan atas korban (Penerima Manfaat PKH) di dinas terkait. Senin, 04/11/2019.

Pasalnya, Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya bertujuan dapat mengurangi dan mengentaskan beban Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), dan memutuskan mata rantai kemiskinan. Kini situasi tersebut di jadikan kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan modus buku tabungan dan ATM di tarik dengan alasan tertentu untuk mengelabuhi korban.

Dari hasil penelusuran Tim Media radar-x dilapangan, seperti halnya yang dialami Hosiyah(35) Warga asal desa Gunung Maddah kec. Sampang kab. Sampang Jawa Timur, dirinya merasa di bohongi oleh salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab, lantaran bantuan PKH yang di terima sejak tahun 2017 itu hanya bisa diterima pada Tahun 2019 dan itupun tidak sesuai nominal yang masuk ke buku rekening.

“Sejak tahun 2017 awal, saya sudah menerima bantuan buku rekening, tetapi kemudian buku tersebut di ambil kembali oleh salah satu oknum yang berperan penting dalam PKH, sehingga sampai saat ini (November 2019) Saya mendapatkan informasi dari tetangga kalau ada pencairan uang bantuan PKH tersebut, kemudian saya menanyakan buku rekening saya pada oknum yang menyimpan buku rekening tersebut. Lantas saya diberi bantuan PKH hanya diberikan uang cash Rp.500 ribu rupiah,” keluh Hosiah(korban) pada Tim media radar-x. Selasa, 05/11/2019.

Didin sapa’an Ahmadin pada awak media radar-x.net mengatakan, “Saya selaku korlap investigasi mendampingi korban untuk melakukan Print out rekening koran di salah satu bank BRI terdekat, karena mosi ketidakpercayaan saya. Ternyata hasilnya mengejutkan bahwa selama ini oknum tersebut melakukan pencairan tanpa sepengatuhan korban, sehingga membuat korban merasa jengkel dan kecewa karna haknya diambil dengan cara di tilap,” ungkapnya.

Dengan nada keras Didin menambahkan, “Entah siapapun yang bermain-main dengan bantuan PKH ini nanti akan kami kaji untuk lebih mendalam”, tandasnya.

Sementara menurut Dinas Sosial kabupaten Sampang melalui Bidang bansos dan perlinsos, Sri Sunarsih saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, bahwa dirinya tidak tau persis tentang keluhan masyarakat dibawah apalagi bantuan tersebut di jadikan bancakan bagi oknum-oknum tertentu, dan pihaknya berjanji akan melakukan klarifikasi dan pengecekan data ke operator.

“Kami akan melakukan klarifikasi dan pengecekan langsung ke operator untuk mengetahui berapa nilai besar nominalnya, dan setelah itu kami akan memanggil para pendanping, dan kami akan melakukan pengecekan di lapangan”. Pungkas Sri. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.