Mbah Aliman Musthofa, Seorang Kakek Berusia 102 Tahun Yang Terlupakan Oleh Sejarah

0
4

JEMBER, radar-x.net – Seorang Kakek bernama Aliman Musthofa Lahir pada 10 November 1917 asal Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember, Jawa Timur genap berusia 102 pada hari pahlawan 10 November 2019 yang juga merupakan pejuang veteran.

Pasalnya, Veteran yang belum diakui oleh negara itu mengaku, “yang terbersit dalam pikirannya saat ini bagaimana bisa tetap menjaga marwah isi dari perjuangan dengan memberi semangat kepada para generasi Bangsa, khususnya para pemuda. Karena berjuang melawan penjajah pada masa itu taruhannya nyawa,” ungkapnya saat diwawancarai di kediamannya, seusai mengikuti acara Teater asal mula Desa Panduman di Lapangan Panduman. Minggu, 10/10/2019.

Di usia senjanya, semangat mbah Aliman biasa ia dipanggil, masih tinggi. Ia berjanji akan tetap merawat hasil dari para pejuang Bangsa ini yakni dengan merawat dan melestarikan adat dan budaya khususnya yang ada di tanah kelahirannya yakni, Desa Panduman.
Karena para leluhur dengan jerih payah untuk menciptakan kesenian agar perjuangannya dapat dikenang sebagai warisan untuk dijadikan pengingat sejarah bagi anak cucu sebagai generasi Bangsa.

Meski begitu, raut muka Mbah Aliman langsung berbinar saat diajak berbicara mengenang kembali perjalanannya menjelajahi hutan untuk menghancurkan pos tentara Belanda. Ketika pecah perang perebutan kembali tanah kelahirannya dari Belanda.
Ia juga masih hafal dengan nama-nama para tentara-tentara Indonesia yang bermarkas di Desanya, yang dikenal dengan sebutan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) salah satunya berasal dari Surabaya, dianataranya :
1. Tugi Supenno
2. Hartawan
3. Subur
4. Sabur
5. Dwito, SH
6. Darsono
7. Trisno

Ingatan Mbah Aliman juga masih lumayan tajam, ketika ditanya kapan dirinya mendaftar sebagai pasukan relawan, serta lika-liku perjalanan misinya menghancurkan pos pertahanan pasukan penjajah.
Menurutnya, ada beberapa bagunan peninggalan yang ada di Desa Panduman antara lain :
1. Tugu Pahlawan yang didirikan pada tahun 1964 pada saat ini diabadikan menjadi nama salah satu Dusun di Desanya yaitu Dusun Tongguh (Madura,red)
2. Masjid Baitul Muta’arrifin yang dibagun pada Tanggal 11 November 1979 terletak di Desa Panduman yang masih kokoh sampai saat ini.
3. Bendungan air atau yang biasa dikenal Dam Becem untuk mengairi lahan pertanian sampai saat ini masih terawat dan para petani masih menikmati aliran air irigasinya.
4. Makam para Pahlawan yang diberi nama MASTRIP terletak di Desa Sukojember Selatan, Utara Polsek Jelbuk.

“Saya kini hanya berharap pemerintah mau mendengar keluh kesah saya di usia yang sudah renta ini. Sebelum meninggal dunia, saya berharap ada sebuah pengakuan dari pemerintah sebagai veteran,” harap Mbah Aliman. (Abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.