LSM KPK Nusantara Bogor Laporkan Dugaan Pungli Dana BOS

BOGOR, radar-x.net – LSM KPK Nusantara Kabupaten Bogor laporkan penyelewengan dan pungli dana BOS para 26 SD Negeri di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanjungsari.

Menurut keterangan Ketua LSM KPK Nusantara Bogor, Soklar bahwa hal ini dilakukan untuk membuat efek jera kepada pengurus K3S, karena diduga penyelewengan dan pungli dana BOS ini terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya dengan secara terstruktur dan masif, bahkan disinyalir terjadi pembiaran oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Untuk membuat efek jera pengurus K3S yang jelas-jelas menyelewengkan dan pungli dana BOS harus kita laporkan kepada intansi yang berwenang, apalagi terindikasi ada oknum Dinas Pendidikan Bogor yang menerima aliran dana tersebut,” ujar Soklar pada awak media radar-x.net.

Foto : Tim investigasi LSM KPK Nusantara Bogor sedang investigasi dana BOS.

Ketua LSM KPK Nusantara Kabupaten Bogor, juga berharap pihak Inspektorat Jenderal Kemendikbud RI dan Inspektorat Kabupaten Bogor segera megambil langkah-langkah dan menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dan pungli dana BOS oleh pengurus K3S Kecamatan Tanjungsari, karena laporan tersebut didukung dengan bukti-bukti yang valid.

“Sangat tidak beralasan jika Inspektorat Jenderal Kemendikbud dan Inspektorat Kabupaten Bogor jika tidak menindaklanjuti laporan kami, karena buktinya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Soklar.

Menurut keterangan Ketua K3S Kecamatan Tanjungsari, Dedi Sugara bahwa memang benar ada iuran BOS dari 26 Kepala Sekolah SDN di Kecamatan Tanjungsari, dana tersebut diantaranya dialokasikan untuk biaya kegiatan K3S, biaya kemitraan dengan wartawan dan LSM, termasuk biaya koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Saya hanya melanjutkan program dan kebiasaan dari Ketua K3S sebelumnya, dana iuran dari para Kepala Sekolah SDN Tanjungsari disimpan oleh Bendahara K3S dan dialokasikan sesuai kegiatan, termasuk biaya kemitraan dengan media/LSM juga untuk operasional Dinas Pendidikan,” kata Dedi Setiawan kepada awak media radar-x.net. (Nova/Usup)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.