Ketua LBH-PHH Bersama Pemilik Lahan Menutup Jalan Menuju Stock File Milik PT Virtue Dragon Nickel Industry

0
7

SULAWESI TENGGARA, radar-x.net – LBH-Peduli Hukum dan Hak Asasi Manusia, bersama Pemilik Lahan, Muh. Natsir melakukan penutupan jalan menuju stock file milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT. VDNI).

Pasalnya, Pemilik lahan mencabut Kuasanya terhadap Kuasa Hukumnya yang pertama, dan menunjuk Ketua DPW LBH Peduli Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara, selaku Penasehat Hukumnya yang baru, untuk membantu mencari penyelesaian atas adanya permasalahannya bersama pihak Perusahaan.

PT VDNI melakukan kegiatan diatas lahan tersebut sebelum menyelesaikan kewajibannya terhadap pemilik. Hal seperti ini bukan hal baru bagi perusahaan Asing ini, tapi sangat di sayangkan, karena semua pihak seolah menutup mata atas peristiwa semacam ini. Tanaman berupa pohon Jati ukuran besar dan sedang sebanyak 50 pohon, beserta Jambu Mente/Jambu Monyet sebanyak 3 pohon, yang telah digusur secara sewenang-wenang. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke kepolisian Sektor Bondoala, namun sampai hari ini juga belum ada penyelesaian.

Sementara berdasarkan SP2HP, bahwa benar lokasi tersebut belum di bayar. Tetapi hingga hari ini tidak ada realisasi dari Kepolisian mengenai laporan tersebut. Terakhir pemilik Lahan menerima SP2HP pada Bulan Agustus, tetapi kelanjutan mengenai laporan tersebut semakin tidak jelas.

Ketika di Konfirmasi oleh Kuasa Hukum Pemilik lahan, katanya pemilik sudah bertemu dengan pihak perusahaan. Sementara kedatangan pemilik ke Kantor perusahaan karena janjian dengan Penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Saya sangat menyayangkan, apabila penegakan hukum kian tidak jelas bagi masyarakat pencari keadilan,” kata Penasehat Hukum Muh. Natsir sewaktu wawancara bersama awak media radar-x.net.

Akhirnya tepatnya pada Minggu 17/11/2019, pemilik bersama Kuasa hukumnya, menutup jalan PT VDNI.

Ketika salah seorang Humas menghubungi bagian pembebasan lahan, Ia berdalih bahwa tanahnya sudah tidak ada, karena sudah terkikis oleh ombak. Sementara pohon mangga yang ada ditepi pantai masih berdiri tegak.

Natsir menjelaskan, bahwa alasan yang tidak masuk akal dikemukakan oleh Oknum Tiem Pembebasan lahan tersebut, sehingga Kami menduga bahwa Pihak perusahaan melakukan Penyerobotan lahan dengan membuat alasan yang tidak benar.

“Oleh karena itu, Saya atas nama Kuasa Pemilik lahan, menyatakan untuk tetap menutup jalan tersebut, hingga hak Klient Saya di beri oleh perusahaan,” demikian hasil wawancara awak Bersama Kuasa Pemilik lahan yang akrab di panggil Aslam. (Fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.