Terkait Aksi Kepala dan Perangkat Desa, Ini Kata Ketua DPRD Bondowoso

0
8

BONDOWOSO, radar-x.net – Terkait pernyataan Plt kepala BKD (Badan Kepagawaian Daerah) Bondowoso, Achmad Prayitno yang berbuntut panjang karena pernyataannya yang menyatakan kalau pemerintahan desa bukanlah lembaga Pemerintahan kini berujung pada aksi seluruh kepala desa dan perangkat desa yang melakukan aksi damai seraya meminta Plt kepala BKD di copot dari jabatannya. Selasa (08/10/2019).

Sayangnya, saat peserta aksi di depan kantor pemerintah daerah Bondowoso, nampaknya bupati enggan untuk memberikan komentarnya kepada perwakilan, aksi seraya menutup pintu pemda dan tidak ada jawaban apa pun.

Hingga akhirnya peserta aksi menyampaikan aspirasinya di Halaman kantor DPRD kabupaten Bondowoso dan diterima dengan baik oleh ketua DPRD kabupaten Bondowoso, H. Achmad Dhafir, wakil ketua DPRD, Sinung Sudrajat, Sekda H. Syaifullah berserta anggota DPRD yang lain.

Koordinator lapangan yang notabene ketua SKAK Bondowoso, Sutrisno SH menyampaikan, “kami hadir disini tidak di bebani oleh pihak-pihak manapun kita hadir disini bukan untuk politik, kami tahu diri kami pemimpin kurcaci dibawah dan tidak mungkin hidup dengan politik yang salah. Kami hadir disini hanya menyampaikan aspirasi kami dan sebelumnya mohon maaf kepada ketua DPRD dan seluruh anggota, sebenarnya kami sudah hadir ke Pemkab, seandainya di Pemkab ini ada jawaban masalah apa yang kita hadapi tentu kami tidak akan hadir di kantor DPRD ini. Karena tidak ada jawaban kami hadir disini dan kami yakin DPRD adalah wakil kita yang bisa menyampaikan aspirasi untuk memperjuangkan kepala desa dan perangkat desa,” ujarnya.

“Kami hadir disini karena tidak ada keadilan karena ada statement yang tidak enak menyayat hati kita dan sangat menyesatkan. Yang pertama kami tidak dianggap sebagian dari pemerintah kabupaten sehingga kita tidak akan lagi berpakaian yang kita pakai pada hari ini. Kita lepas baju kita, kita tidak perlu lagi memasang papan nama berlogo pemerintah kabupaten Bondowoso, karena kita sudah dianggap yayasan atau ormas. Mohon maaf ini yang pertama menyatakan keberadaan kami ditakutkan oleh PLT kepala BKD Bondowoso ini yang membuat kami hadir disini bukan karna unsur politik tapi dari hati nurani kita,” jelasnya.

Sementera, ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H. Ahmad Dafir mengatakan, bahwa yang pertama ini bukan demo tapi aspirasi. Aspirasi itu keinginan semua orang boleh mempunyai keinginan selama keinginannya tidak bertentangan dengan perundang-undangan tentu keinginan kepala desa dan perangkat desa mempunyai keinginan tahun 2020 tunjagannya naik.

“Saya mengamati apa yang dirasakan teman-teman kepala desa dan perangkat desa ada statement yang meresahkan yang rawan konflik di masyarakat ‘mulutmu adalah harimaumu’, yang menyatakan bahwa pemerintahan desa bukan bagian dari pemerintah mungkin lupa tidak baca Undang-undangnya,” kata Dhafir.

Hal senada dikatakan sekda Bondowoso H. Saifullah, bahwa menangapi aksi demo kepala desa serta perangkat desa. Ia berjanji akan menampung semua kelurahan kepala desa dan perangkat desa, dan membuka pintu di kantor untuk menampung keluhan tersebut.

“Sekda akan menindak lanjuti apa yang jadi stetmen Plt BKD tersebut, dan akan mengali bukti-bukti untuk menuntaskan kegaduhan yang ada di Bondowoso ini,” tutupnya. (Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.