Pembiaran Pembangunan Tanpa Izin di Wilayah Kecamatan Koja

0
6

JAKARTA, radar-x.net – Maraknya pembangunan tanpa izin, kali ini ditemukan di Jl. Pelumpang raya, samping Indomaret, dan samping toko yahya baby shop, RT 07/RW 12 kelurahan Tugu Utara kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Pada Senin 7 Oktober 2019, Pukul 13.00 WIB, yang sudah pernah ditemui oleh rekan tim sinergitas dari Badan Penelitian Aset Negara dan lembaga KPK Nusantara, yang mengurus bangunan tanpa izin tersebut adalah RT berinisial AB, dari pemilik berinisial J berujar AB kepada tim investigator.

Dugaan bentuk koordinasi, gratifikasi yang sudah diberikan kepada pihak cipta karya dan tata ruang kecamatan Koja. Sehingga aman dari bongkaran. Menurut perda 7 THN 2010 dan PERGUB 128 THN 2012, menyatakan bahwa harus mengurus izin sebelum membangun untuk meningkatkan kas daerah. Lalu JUNCTO 1 THN 2014, menyatakan segala bentuk kegiatan harus dimulai dengan perizinan.

Ketua DPD DKI Jakarta Lembaga KPK Nusantara N. Fauziah Maharany SH, sangat menyayangkan tindakan arogansi KASATPEL CIPTA KARYA dan Tata Ruang kecamatan Koja, pada Rabu 9 Oktober 2019, pukul 15.40 WIB.

Sementara, Ivan Simbolon ketika ditemui tim investigasi dengan membawa surat lembaga KPK Nusantara, bersikap kasar, sebagai pelayanan masyarakat mestinya ia mengerti betul bagaimana berkomunikasi dengan baik. Padahal dari tim lembaga KPK Nusantara sudah berhalus sapa memberikan surat. Adanya indikasi tidak mau diganggu atas banyaknya liar pembangunan yang ada di wilayah tersebut.

Tim investigator, Lembaga KPK Nusantara & Badan penelitian aset negara ARN, JK, YN, dan disaksikan staff cipta karya & tata ruang berinisial DN, yang kemarin sempat ditemui tim, dan mengatakan surati saja sampai gubernur dan inspektorat.

Ivan Simbolon juga mengemukakan bahwa surat-surat akan hal pelanggaran dari siapapun tidak akan digubrisnya.

Atas kejadian tersebut, sangat disesalkan pula oleh tim LBH/Advokat kami, Devid Oktanto SH,MH, CLA, lembaga dan media itu dilindungi UU & negara, dan tidak semestinya diperlakukan tidak baik, karena dari mereka juga data-data pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, bisa diketahui, nara sumber yang membawa data A1, objectif dan fakta dilapangan. (ANR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.