Meski Sudah Berdamai, Polsek Talun Kenas Diduga Telah Kirim Pelaku Ke LP

0
9

TALUN KENAS, radar-x.net – Amin Sembiring salah satu pihak dari keluarga dari Jahtra Bukit, alias Sejahtera Bukit, atau yang sering di sapa “Jagur” yang diduga telah melakukan pemerasan kepada salah seorang warga dusun II, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, yang bernama Arsul Sani kecewa dengan Oknum Polisi Talun Kenas.

Kekecewaan Amin Sembiring terlihat jelas dari raut wajahnya saat keluar dari Polsek Talun Kenas. Pasalnya, pihak Kepolisian Talun Kenas, tetap melanjutkan dugaan kasus pemerasan ini, dan mengirimkan saudaranya Jahtra ke Lembaga Pemasyarakatan walaupun kedua belah pihak sudah berdamai sejak 23 September 2019 lalu.

Padahal proses perdamaian di saksikan oleh Suryani Br Perangin-angin, Gomblo, serta diketahui oleh Bhabinkamtibmas Desa Negara Beringin yang bernama Aiptu Firman Purba, serta diketahui juga oleh Kepala Desa Negara Beringin yang bernama Timbul Tarigan, SE.

“Mereka sudah berdamai Bang, dan sudah menandatangi kesepakatan perdamian di atas materai 6000, tapi Polsek Talun Kenas mengatakan sudah mengirimkan saudara saya Jahtra ke LP,” ungkap Amin Sembiring saat di konfirmasi wartawan radar-x.net, Senin 30 September 2019 sore.

Dijelaskannya, bahwa ada 6 isi kesepakatan perdamian yang sudah dibuat dan disetujui oleh kedua belah pihak serta sudah disaksikan oleh BHABINKAMTIBMAS Desa Negara Berangin, Kepala Desa, serta saksi lainnya;
1. Bahwa pihak I sudah menyadari kesalahannya, yaitu meminta uang kepada pihak II dengan cara mengancamnya dan meludahi wajahnya.
2. Bahwa atas kejadian tersebut pihak I meminta maaf yang sebesar-besar nya kepada pihak II dan melakukan perdamian.
3. Bahwa pihak II sudah menerima permohonan maaf pihak I.
4. Bahwa pihak I berjanji tidak akan mengulangi pembuatannya lagi.
5. Bahwa pihak II tidak keberatan lagi atas perbuatan Pihak I dan akan mencabut laporan pengaduannya setelah melakukan perdamaian ini.
6. Apabila Pihak I dan Pihak II tidak menepati poin 1 sampai 5 , maka ke dua belah pihak bersedia di tuntut sesuai hukum yang berlaku,” jelas Amin Sembiring sambil menunjukan fhoto perjanjian tersebut.

Tidak hanya sampai di isi perdamaian itu saja, Amin Sembiring pun juga mengatakan bahwa telah di layangkan surat permohonan pencabutan laporan di Polsek Talun Kenas pada tangga 23 September 2019 yang di buat secara jelas oleh Asrul Sani serta ditanda tangani di atas materai 6000.

Seperti yang telah dirangkum wartawan radar-x.net, ada dua jenis delik sehubungan dengan pemrosesan perkara, yaitu delik aduan dan delik biasa. Dalam delik biasa perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan(korban) jadi walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut.

Ketika dikonfirmasi wartawan radar-x, tentang kejelasan permasalahan dan perdamian antara Jahtra dan Asrul Sani terkait delik nya, Juper Talun Kenas, Nasution hanya menjawab, “silahkan ke kantor saja pak, kalau mau mengkonfirmasi terkait kasus ini”, ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan radar-x.net, belum bisa mendapatkan keterangan yang jelas dari pihak Kepolisian Polsek Talun Kenas terkait lanjutnya perdamaian ini, sehingga Pelaku Jahtra dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan yang membuat Amin Sembiring kecewa dengan Oknum Polisi Polsek Talun Kenas. (Mulya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.