Proyek Pedistrian Pemda Gowa Diduga Asal Jadi, LPRI Ragukan Kwalitasnya

0
5

GOWA, radar-x.net – Pekerjaan proyek pembangunan Pedistrian yang berada di sekitar Jl. Tumanurung kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa yang dikerjakan PT. MITRA BAHAGIA UTAMA dengan dana berkisar Rp. 24.662.495.681.53. menggunakan anggaran APBD tahun 2019, Selasa 10/09/19.

Pasalnya, proyek pedistrian Perjalanan Gowa menata pembangunan sebagai tahun Infrastruktur tahun 2019 dengan menggunakan Anggaran Belanja Daerah APBD proyek pembangunan senilai kurang lebih 24 milyar dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender patut diduga asal jadi dan mengedepankan keuntungan besar oleh pihak pekerjaan dan kwalitas ditiadakan. Bayangkan dari segi drainase bahwa ukuran dan kedalamannya patut dicurigai tidak mampu menjadi kebutuhan dalam jangka waktu lama alias perlu ditinjau pengawasannya.

Berawal Kehawatiran warga yang berinisial HT, bahwa drainase yang dikerjakan asal jadi boleh dikata cara kerjanya kasar. Diragukan kwalitasnya bisa jadi dalam jangka panjang air yang kemungkinan muatan yang dilalui drainase yang dikerjakan tiap tahun semakin besar dan kemungkinan proyek ini dikerjakan hanya mencari “keuntungan besar”. Sementara kwalitas untuk bertahan lama ditiadakan.

Proyek pekerjaan PEDISTRIAN Pemda Gowa di Jl. Tumanurung telah mengundang banyak komentar, salah satunya adalah Ketum Lembaga poros rakyat Indonesia LPRI M. Jafar Siddiq dg Emba angkat bicara. Menurutnya, hal itu sangat disayangkan nilai anggaran proyek besar yang menelan kurang lebih 2 milyar dikerjakan asal jadi dan kwalitas dalam jangka waktu lama diragukan perlu dilakukan pengawasan.

M. Jafar Siddiq yang akrab disapa dg “Emba” menambahkan bahwa pembangunan tersebut memakai uang negara patut kita pertanyakan, makanya kita perlu harus pantau jika memang pekerjaan tidak benar kita laporkan ke instansi terkait.

“Terkait dengan PP 71 tahun 2000 sudah jelas tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan tindak pidana korupsi sebagai anak bangsa wajib kita lakukan pengawasan dalam proyek pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah jangan nanti ada proyek diduga menyalahi bestek dan merugikan negara dan masyarakat,” jelasnya.

Sampai berita ini ditulis belum ada jawaban dari pihak pekerja proyek pedistrian Pemda Gowa. (Muldani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.