LBH PHH Provinsi Sumatera Barat Akan Laporkan Oknum dan Akun Facebook Atas Pencemaran Nama Baik Lembaga

0
12

PADANG, radar-x.net – Saat ini sedang heboh di media sosial Facebook dengan nama akun “Penjahat (Robin hood)” yang mana statusnya berbunyi imbauan kepada masyarakat Sumatera Barat.

Dalam akun facebook itu bertuliskan “khususnya mohon diteruskan info ini. Telah berkeliaran lembaga hukum yang menjadi makelar kasus yang bertujuan untuk merugikan masyarakat banyak. Harap hati hati sangat dengan LBH PHH ini dan oknum dalam gambar ini. WASPADALAH SUDAH SANGAT BANYAK MASYARAKAT YANG DIRUGIKAN”.

Mengetahui akan hal itu, kami dari team radar-x.net Padang, langsung mendatangi Kantor LBH PHH di Jl. DPRD VII, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kota Tangah Kota Padang. Kamis (14/09/2019)

Team radar-x mempertanyakan permasalahan tersebut ke Sekretaris LBH PHH Provinsi Sumatera Barat. Romi Yufhendra mengucapkan, terima kasih atas pencemaran nama Baik Lembaga LBH PHH Provinsi Sumatera Barat yang dilakukan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab dengan akun Facebook abal-abal/tidak jelas IDnya serta foto-foto pemilik akun facebook tersebut.

“Maka dari itu saya ucapkan terimakasih banyak. Kami atas nama Lembaga LBH PHH akan melaporkan masalah ini ke Pihak yang berwajib agar permasalahan ini cepat selesai. Kalau emang benar banyak masyarakat kami rugikan, kenapa tidak masyarakat itu saja melaporkan kami kepihak yang berwajib sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia,” ujar Romi.

Romi menjelaskan, Kalau oknum tidak bisa membuktikan, maka kami akan melaporkan sesuai dengan UU ITE yang berbunyi di Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016) mengatur mengenai penyebaran berita bohong di media elektronik (termasuk sosial media) menyatakan;
• Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
• Jika melanggar ketentuan Pasal 28 UU ITE ini dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu;
> Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Nah itukan chetingan Watshap Grup Kami khusus rekan LBH PHH Sumatera Barat saja buat ketawa dan bagi informasi tentang hukum, itu percakapan tawa canda di grup di screenshot oleh oknum rekan LBH PHH sendiri, jadi ibarat menanam pohon kecil yang baru besar dan semakin besar juga angin menguncang apa lagi musuh dalam selimut,” terang Romi sambil tersenyum kecil.

Sementara menurut ketua DPD LBH-PHH Sumatera Barat Fandra Arisandi Andika Putra. SH.,SHEL mengatakan, pihaknya akan terus cari dalang di balik ini semua, Karena ini jelas pencemaran nama baik LBH PHH yang sudah terdaftar di KEMENKUMHAM RI ini.

“Seorang yabg terbukti dengan sengaja menyebar luas kan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksud pasal 27 ayat 3 UU ITE akan dijerat pasal 45 ayat 1 UU ITE sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan atau denda Rp 1 miliar ujar Pengacara muda ini,” pungkasnya. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.