Law Firm Yudi Irsandi, SH & Rekan: “PT. Garuda Citra Sarana Layak Ditutup”

0
17

MEDAN, radar-x.net – Pasca somasi yang dilakukan oleh Law Firm Yudi Irsandi, SH & Rekan terhadap PT. Garuda Citra Sarana yang beralamat di jalan Dolok Sanggul nomor 3 Medan beberapa waktu yang lalu tepatnya pada 9 Agustus dan 21 Agustus 2019 berbuntut panjang.

Yudi Irsandi, SH, Limey Pasaribu, S.H, Mkn, Patar Mangimbur Permahadi, S.H yang berkantor di jalan Rahmadsyah nomor 171 Medan, Kelurahan Kotamastsum I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan selaku kuasa hukum dari Bram Dodi Asmara, warga Jl. Pasar III, Gg. Kutilang no. 30 D, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

Bermula dari Bram Dodi Asmara yang sebelumnya telah bekerja di PT. Garuda Citra Sarana yang diduga telah terampas hak-hak nya sebagai pekerja di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang beralamat di JL. Kapten Muchtar Basri nomor 3, Gelugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Pasalnya, Bram bekerja sebagai Cleaning Service sejak bulan April 2015 dengan upah yang didapatkannya sebesar Rp. 1.500.000 dari PT. Garuda Citra Sarana melalui transfer ke rekenningnya.

Ironisnya, Bram mendapatkan surat dari PT. Garuda Citra Sarana dengan nomor GCS/SP/VII/19/115 tentang hal pelaporan tenaga kerja keluar yang menjelaskan dirinya telah keluar sejak tanggal 1 November 2017 dengan tanggal keluar surat 23 Juli 2019. Padahal ditanggal 23 Juli 2019 ada lagi surat keterangan rekomendasi kerja sejak April 2015 sampai dengan Juni 2019 serta ada lagi surat keterangan rekomendasi kerja sejak Oktober 2016 sampai dengan Oktober 2017.

Gambar : Bram Dodi Asmara bersama Kuasa Hukumnya Yudi Irsandi, S.H saat menunjukan Somasi.

Kepada awak media Yudi Irsandi, S.H mengatakan dengan tegas kalau PT. Garuda Citra Sarana diduga dengan jelas melakukan ke sewenang-wenangan dan mengangkangi Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan, sore tadi 12 September 2019 diruangan Nya.

“PT. Garuda Citra Sarana layak ditutup, karena telah melakukan pelanggaran, karena membayar gaji Upah minimum sebesar Rp. 1.500.000, padahal seharusnya Rp. 2.500.000,” kata Yudi Irsandi.

Ditambahkannya, bahwa klien nya kalau sakit dan tidak masuk kerja di potong 3 kali lipat, padahal Kliennya sudah mengkonfirmasikan ketidakhadirannya kepada pihak PT. Garuda Citra Sarana dengan ini sudah keterlaluan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum.

Sementara itu Bram Dodi Asmara sangat berharap agar PT. Garuda Citra Sarana dapat menyelesaikan permasalahan yang menimpa dirinya dengan secepatnya. (Mulya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.