Petugas Rel KAI DAOP 9 Diduga Menyalahgunakan LPG 3KG Bersubsidi

0
7

BANYUWANGI, radar-x.net – Banyaknya masyarakat miskin yang membutuhkan gas LPG bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari, namun hal ini disayangkan ada oknum pegawai rel kereta api dibawah naungan DAOP 9 Jember, diduga menyalahgunakan Gas LPG 3KG bersubsidi untuk alat las(menge-las) di rel jalur Banyuwangi – Jember. Kamis (18/07/2019).

Menurut Humas DAOP 9 Luqman Arief saat di konfirmasi media mengatakan, “Tks info, Pak. Kami konfirmasi dulu ke unit terkait,” ujarnya dengan singkat.

Sementara, Andi Witono Ketua DPC LSM KPK Nusantara Banyuwangi mengatakan, dalam Perpres RI nomor 104/2007 tentang penyediaan, pendistribusiaan, dan penetapan harga LPG, Permen ESDM RI nomor 21/2007 tentang penyelenggaraan dan pendistribusian LPG untuk rumah tangga dan Usaha kecil mikro (UKM), dan surat dirjen migas tanggal 23 maret nomor 3212/12/DJM.0/2018 perihal pengendalian penggunaan LPG.

“Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55 tentang Minyak dan Gas Bumi, pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ungkapnya.

Dijelaskannya, Pihak-pihak yang dihimbau tidak boleh menggunakan LPG 3 kg Subsidi:
1. Aparatur Sipil Negara (ASN)/ Capeg ASN Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemkab/Kota se Jawa Timur.
2. Para pelaku usaha selain mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp 50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta.
3. Konsumen LPG antara lain restoran, usaha peternakan, usaha pertanian, usaha batik, usaha binatu, usaha las, dan usaha tani tembakau.
4. Seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten/ Kota se Jawa Timur yang dikategorikan mampu dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Desa atau kelurahan setempat. Agar tidak menggunakan tabung LPG 3 kg bersubsidi dan beralih menggunakan LPG Tabung selain 3 kg.

” Kami Akan kirimkan Surat Ke PT KAI DAOP 9 Jember untuk mengklarifikasi Permasalahan temuan Ini”. Pungkas Andi. (Daff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.