LAW Firm Yudi Irsandi SH: Kasus Irwan Darma Bakti, Pt Souci Indoprima Sudah Disomasi

0
37
Foto: Iwan Darma Bakti (kiri), Limei Pasaribu S.H., MKn, salah satu Kuasa Hukum di LAW Firm Yudi Irsandi S.H.

MEDAN, radar-x.net – PT. SOUCI INDOPRIMA yang beralamat di Jl. Sei Serayu, No 87 Medan didesak oleh Tim Kuasa Hukum dari Irwan Darma Bakti untuk segera membayarkan gaji dan segera memberi kepastian hukum, terkait tidak jelasnya status kliennya.

Irwan Darma Bakti selaku korban yang diberhentikan tanpa kejelasan dari PT. Souci Indoprima tersebut terjadi Konflik tepatnya pada 6 Mei 2019 lalu.

Ketika dikonfirmasi wartawan radar-x, Rabu 10 Juli 2019 sore, Kuasa Hukum dari Irwan Darma Bakti yaitu Yudi Irsandi, S.H., Limei Pasaribu, S.H., MKn, yang berkantor di Jl. Rahmadsyah No. 171 Medan mengatakan dengan tegas. Bersadarkan Surat Kuasa Khusus 8 Juni 2019, bertindak untuk dan atas nama serta mewakili kepentingan hukum klien kami Irwan Dharma Bakti, Laki-Laki, Lahir di Medan 19 Januari 1978, Pekerjaan Wiraswasta, Agama Islam, Alamat Jl. Dame Gg. Mesjid T Deli, Kelurahan Timbang Deli, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Kewarganegaraan Indonesia.

“Dengan ini kami mengajukan somasi kepada saudara dengan dasar dan alasan bahwa Klien kami merupakan salah satu Pekerja kontrak yang telah bekerja pada perusahaan PT. Souci Indoprima yang bergerak dalam bidang jasa penyedia tenaga kerja sejak Bulan Oktober 2018;
Bahwa sejak klien kami diterima perusahaan saudara pada bulan Oktober 2018 sampai tanggal 25 Maret 2019, klien kami ditempatkan di PT. Bank Negara Indonesia Cabang USU yang beralamat di Jl. Dr. Mansyur, Padang Bulan Medan ;
Bahwa sejak tanggal 25 Maret 2019, Klien kami di mutasikan atau dipindah kerjakan oleh perusahaan saudara di PT. Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum di bidang digital yang beralamat di Komp. MMTC Pancing, Kabupaten Deli Serdang;
Bahwa pada tanggal 06 Maret 2019, saudara menyampaikan kepada Klien kami, PT. Global Digital Niaga telah memutus hubungan kerja tanpa ada surat peringatan terlebih dahulu dari perusahaan saudara maupun PT. Global Digital Niaga terhadap klien kami serta klien kami juga tidak menerima upah ataupun pesangon serta tunjangan lainnya;
Bahwa sejak pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara sepihak oleh PT. Global Digital Niaga serta tidak adanya kejelasan dari Perusahaan saudara, klien kami tidak dapat melangsungkan kehidupan keluarganya mengingat klien kami merupakan kepala keluarga ataupun tulang punggung bagi keluarganya,” beber Limei.

Ditambahkannya bahwa atas hal tersebut diatas, tindakan pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan PT. Global Digital Niaga dan Perusahaan saudara telah mengakibatkan kerugian bagi kliennya, dimana pemutusan hubungan kerja yang saudara lakukan tanpa adanya surat pemberitahuan serta upah ataupun pesangon yang menjadi hak kliennya.

” Setelah saya mencermati Pasal 156 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terdapat beberapa hak yang seharusnya Klien kami terima yaitu, Uang Pesangon masa kerja kurang dari 1 (satu), 1 (satu) bulan upah yaitu, Rp. 3.300.000,- (tiga juta tiga ratus rupiah). Disamping itu juga menurut Pasal 99 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menjelaskan bahwa setiap pekerja atau buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja. Bahwa atas hal-hal tersebut, berdasarkan informasi dari klien kami sejak bekerja di perusahaan saudara, klien kami tidak pernah menerima jaminan sosial,” tegas Limei.

Selain itu, Irwan Darma Bakti selaku karyawan yang terampas haknya sangat berhap permasalahannya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. (Mulya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.