Asmen Pjt II Seksi Patrol Gelar Rapat Sosialisasi Ketersediaan Air Musim Gadu 2019

0
11

INDRAMAYU, radar-x.net – Krisis air di musim tanam gadu tahun 2019 yang saat ini menghantui lahan pertanian di dua wilayah sektor pertanian, yaitu wilayah Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, nampaknya bakal terjadi, karena ketersediaan air yang ada di Bendungan Salamdarma tinggal berkisaran 42 persen.

Dengan ketersediaan air yang ada, Asisten Manajer (Asmen) Perusahaan Jasa Tirta (PJT) Seksi Patrol, menggelar Rapat Sosialisasi Ketersediaan Air Musim Tanam (MT) tahun 2019 yang melibatkan Camat Kecamatan Sukra dan Camat Kecamatan Anjatan yang merupakan Komisi Irigasi (Komir), Kepala BPP dan Kepala Desa (Kuwu) dari 2 Kecamatan (11 /7 / 2019) di Aula rapat Kantor PJT Seksi Patrol.

Asmen Pjt Seksi Patrol Budyana Soekardi di Ruang kerjanya kepada radar-x.net menjelaskan, bahwa Sosialisasi Ketersediaan air Musim Tanam (MT) gadu tahun 2019 merupakan upaya dalam membahas pengaturan air saluran Sekunder Cs MT gadu 2019. Berkaitan dengan keadaan air di BBU Bugis yang minim dan mengingat keadaan aktifitas MT gadu 2019 di Wilayah Sub. Seksi SI Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Sukra yang sudah mulai tanam bibit dan garap lahan, sehingga perlu secepatnya dilakukan rapat pembahasan pengaturan air untuk dua wilayah tersebut.

Selain itu, Menurut Budyana Soekardi, dengan minimnya ketersedian air yang ada di bendung salamdarma, pihaknya memprediksi, sektor pertanian yang ada tidak akan bisa melakukan program tanam serentak, bahkan berpotensi akan terjadi sektor pertanian tidak akan Tanam Padi (BERA). Akan tetapi pihaknya sudah melakukan berbagai langkah dan meminta agar ada penambahan Debit air dari pompa curug.

Camat Kecamatan Sukra, Drs. Moch. Mansur, M.Si yang merupakan Komisi Irigasi (Komir) saat dihubungi radar-x.net mengatakan, dalam kegiatan Rapat Sosialisasi ketersediaan air untuk Musim Tanam (MT) gadu tahun 2019, menghasilkan penjadwalan sistim gilir air yang di tanda tangani jajaran muspika Kecamatan Anjatan dan Sukra, dengan sistim 4 – 3 – 4 yakni depan (BSU 1-2-3) tengah (BSU 4-5-6) dan belakang (BSU 7-8-9-10 dan 11) yang akan dimulai Jum’at – Minggu.

” Jadwal yang sudah ditetapkan tersebut bisa dirubah apabila pada minggu kedua tidak efektif, melalui rapat,” ucapnya. (Nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.